Perluas Sasaran Pemasaran - Sinergi Inti Plastindo Genjot Kapasitas Produksi

NERACA

Jakarta – Mengantungi dana segar hasil penawaran saham perdana atau initial public offerig (IPO) sebesar Rp 30,97 miliar, memacu PT Sinergi Inti Plastindo Tbk (ESIP) untuk meningkatkan kapasitas produksi hingga tiga kali lipat secara bertahap melalui pembangunan pabrik baru di Cikupa, Tangerang.

Direktur Utama ESIP Eric Budisetio Kurniawan mengatakan, saat ini pihaknya sedang mempersiapkan mesin-mesin produksi. Peningkatan kapasitas pabrik ini akan berjalan dalam dua tahap. “Pertama adalah peningkatan kapasitas produksi dari 2.800 ton plastik menjadi 5.600 ton plastik selama 2019-2020 dengan menambah sepuluh lini mesin. Kedua adalah penambahan menjadi 7.800 ton dari 5.600 ton yang berlangsung pada 2021-2022,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Disampaikan Eric, peningkatan kapasitas ini dilakukan karena utilisasi pabrik ESIP yang pertama sudah mencapai 90%. Terlebih lagi, perusahaan plastik kemasan ini berencana untuk mendiversifikasi dan memperluas sasaran pemasarannya. "Kami ingin diversifikasi ke produk yang dibutuhkan segmen industri seperti e-commerce. Kebutuhan kemasan mereka  banyak sekali. Kalau saat ini, kami lebih banyak ke tradisional market yang mengincar segmen rumah tangga," ungkapnya.

Saat ini, wilayah pemasaran ESIP masih di dalam negeri dengan komposisi 70% di Jabodetabek dan Jawa Barat, termasuk Bandung dan Cirebon, serta 30% di Sumatra seperti Jambi, Bangka, Palembang, dan Lampung. Eric optimistis penambahan kapasitas pabrik ini akan dibarengi dengan kenaikan penjualan. Menurut dia, secara industri, permintaan plastik setiap tahunnya rata-rata naik 7%.

Di samping itu, kebutuhan masyarakat terhadap plastik juga masih tinggi. Pasalnya, jika dibandingkan dengan kayu dan kertas, cost of production masih lebih mahal daripada plastik. Hingga akhir tahun ini, perseroan menargetkan pendapatan tumbuh 20% menjadi Rp 70 miliar, dari tahun 2018 yang sebesar Rp 48,20 miliar.  Per Mei 2019, ESIP mencatatkan pendapatan Rp 23,74 miliar.

Perseroan resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan dibuka naik Rp113 (69,33%) menjadi Rp276 dari harga Penawaran Umum Perdana (PUP) Rp163 per unit. Volume perdagangan saham di pasar reguler hingga waktu tersebut mencapai 500 unit senilai Rp138 ribu. Adapun frekuensi perdagangan saham bernominal Rp100 per unit itu sebanyak satu kali.

Saham ESIP langsung terkena penolakan otomatis (auto rejection) oleh Jakarta Automated Trading System (JATS), karena kenaikan harga saham melebihi ketentuan persentase tertinggi harian khusus saham IPO sebesar 75%. Saham ESIP mendapatkan minat positif dari para investor dan seluruh saham yang ditawarkan dapat diserap dengan baik dengan mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 360 kali dari jumlah saham yang ditawarkan untuk porsi pooling, jauh melebihi ekspektasi perseroan.

UOB Kay Hian Sekuritas dan NongHyup Korindo Sekuritas Indonesia bertindak sebagai joint lead underwritter (JLU). Head of Investment Banking UOB Kay Hian Sekuritas Daud Gunawan menyatakan, kebutuhan plastik bagi masyarakat Indonesia akan membuat industri plastik semakin berkembang. ”Potensi dan kebutuhan industri plastik di Indonesia sangatlah tinggi, sehingga langkah strategis perseroan untuk mendapatkan pendanaan dari bursa merupakan langkah yang tepat. Perseroan juga optimis akan terus bertumbuh untuk memasok kebutuhan plastik pada pasar mikro dan menengah,” jelas dia.

Selain saham, perseroan juga menerbitkan sebanyak 152 juta waran seri I yang menyertai saham baru. Waran ini diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham baru yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham pada tanggal penjatahan. Waran seri I mempunyai jangka waktu pelaksanaan selama dua tahun dengan harga pelaksanaan Rp 240 per saham.

 

 

BERITA TERKAIT

Dampak Penerapan PSAK 73 - Rasio Utang IPCC Ikut Membengkak Jadi 0,79 Kali

NERACA Jakarta – Penerapan Pernyataan Standar Akutansi Keuangan (PSAK) 73 memberikan dampak terhadap gambaran laporan keuangan emiten, mulai perolehan laba…

Danai Proyek MNC Lido City - Lagi, PT MNC Land Gelar Private Placement

NERACA Jakarta – Menyusul beberapa perusahaan grup MNC yang merencanakan penambahan modal lewat private placement, rupanya langkah yang sama juga…

Hindari Potensi Rugi Besar - Investor Jangan Panik Dalam Situasi Krisis

NERACA Jakarta-  Berinvestasi di pasar modal harus mempertimbangkan berbagai hal dalam memburu cuan. Namun hal yang patut diperhatikan adalah sikap…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Dampak Penerapan PSAK 73 - Rasio Utang IPCC Ikut Membengkak Jadi 0,79 Kali

NERACA Jakarta – Penerapan Pernyataan Standar Akutansi Keuangan (PSAK) 73 memberikan dampak terhadap gambaran laporan keuangan emiten, mulai perolehan laba…

Danai Proyek MNC Lido City - Lagi, PT MNC Land Gelar Private Placement

NERACA Jakarta – Menyusul beberapa perusahaan grup MNC yang merencanakan penambahan modal lewat private placement, rupanya langkah yang sama juga…

Hindari Potensi Rugi Besar - Investor Jangan Panik Dalam Situasi Krisis

NERACA Jakarta-  Berinvestasi di pasar modal harus mempertimbangkan berbagai hal dalam memburu cuan. Namun hal yang patut diperhatikan adalah sikap…