Kejar Pertumbuhan Penjualan 15% - Ace Hardware Buka Gerai di Taman Anggrek

NERACA

Jakarta – Pacu pertumbuhan penjualan, PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) terus agresif menambah gerai baru. Teranyar, perusahaan ritel bangunan ini kembali membuka gerai barunya kelimabelas pada tahun ini pada 18 November 2019.”Gerai ini berlokasi di Taman Anggrek, Jakarta, dengan luasan sekitar 3.740 meter persegi,"kata Sekretaris Perusahaan Ace Hardware Indonesia, Helen Tanzil dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Dengan penambahan gerai baru ini, maka perseroan memiliki total 189 gerai. Sebelumnya, Helen menyebutkan sepanjang periode kuartal IV/2019, ACES bakal membuka gerai baru sebanyak 8 unit. Untuk membuka gerai baru, sepanjang tahun ini perseroan menyediakan belanja modal senilai Rp400 miliar. Pembukaan gerai baru menjadi salah satu strategi ACES dalam menjaga pertumbuhan penjualan di level 15%.

Selama periode 9 bulan 2019, perseroan mengantongi penjualan bersih senilai Rp5,97 triliun atau meningkat 15,69% y-o-y. Sementara, pada periode yang sama tahun sebelumnya penjualan bersih ACES senilai Rp5,16 triliun. Perseroan pun membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp727,16 miliar, lebih tinggi 4,27% dari raihan akhir September tahun lalu yang senilai Rp697,37 miliar.

Sebagai informasi, perseroan akan menggenjot realisasi pembukaan gerai baru pada sisa tahun ini. Dimana  sepanjang 2019, perseroan menargetkan pembukaan gerai baru sebanyak 20 toko. Pembukaan gerai baru dapat menjadi salah satu strategi perseroan untuk mengejar target pertumbuhan penjualan sebesar 15% pada 2019.

Helen bilang penambahan gerai juga didukung program promosi yang biasanya berganti tema setiap bulannya. ACES juga memperkenalkan produk baru secara kontinu dan berusaha memberikan tingkat pelayanan yang baik. Perseroan menyampaikan optimistis tahun ini bisa mencapai target pertumbuhan dua digit. Sampai kuartal III tahun ini, perusahaan mencatat pertumbuhan penjualan dan laba tahun berjalan.

Dalam laporan keuanannya, ACES berhasil membukukan penjualan tumbuh 15,28% dari Rp 5,084 triliun menjadi Rp 5,861 triliun. Kontributor terbesar masih berasal dari produk perbaikan rumah mencapai Rp 3,17 triliun, produk gaya hidup Rp 2,48 triliun dan produk permainan Rp 215,95 miliar.”Sampai akhir tahun, asumsi pertumbuhan penjualan adalah 15%, jadi masih kurang lebih sama dengan kuartal III," ujarnya.

Untuk memacu kinerja di sisa tahun ini, manajemen memiliki strategi yang berbeda-beda setiap bulan. Khusus untuk akhir tahun, manajemen juga akan mengenalkan promosi spesial pada momentum  festive  natal dan tahun baru. Sepanjang kuartal III, manajemen juga berhasil mencatatkan pertumbuhan laba periode berjalan sebesar 4,08% dari Rp 704,021 miliar menjadi Rp 732,718 miliar. Yang jelas, manajemen terus memacu pertumbuhan kinerja ke depannya. "Untuk tahun depan, kami belum memiliki angka proyeksi mohon ditunggu ya," kata Helen.

BERITA TERKAIT

Akselerasi Pertumbuhan Bisnis - Sinarmas MSIG Life Gulirkan Turnaround Project

Pacu pertumbuhan bisins dan juga penetrasi pasar asurasi lebih luas lagi, PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Tbk (Sinarmas MSIG Life)…

PGUN Raup Dana Hasil IPO Rp 103,5 Miliar

Debut perdana di pasar modal, perdagangan saham PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) dibuka melonjak 34,78% menjadi Rp 155 per saham…

Pefindo Pangkas Rating Waskita Jadi BBB+

NERACA Jakarta- Mempertimbangkan beban keuangan yang tinggi dan lemahnya rasio utang dan profitabilitas perusahaan menjadi alasan bagi PT Pemeringkat Efek…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Akselerasi Pertumbuhan Bisnis - Sinarmas MSIG Life Gulirkan Turnaround Project

Pacu pertumbuhan bisins dan juga penetrasi pasar asurasi lebih luas lagi, PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Tbk (Sinarmas MSIG Life)…

PGUN Raup Dana Hasil IPO Rp 103,5 Miliar

Debut perdana di pasar modal, perdagangan saham PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) dibuka melonjak 34,78% menjadi Rp 155 per saham…

Pefindo Pangkas Rating Waskita Jadi BBB+

NERACA Jakarta- Mempertimbangkan beban keuangan yang tinggi dan lemahnya rasio utang dan profitabilitas perusahaan menjadi alasan bagi PT Pemeringkat Efek…