Lippo Cikarang Tunjuk CEO Baru - Bawa Kinerja Keuangan Ciamik Jadi Tantangan

NERACA

Jakarta –Menyelamatkan kinerja keuangan untuk tumbuh sehat dan terus berinovasi dalam menghadirkan produk properti yang mampu diserap pasar, menjadi tugas baru CEO PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) MC. Loh. Profil Loh tentulah bukan yang asing di industri properti. Pasalnya, sebelum menjabat sebagai CEO di salah satu lini usaha Lippo Group, Loh menjabat sebagai Direktur dan Chief Business Development Officer di PT Plaza Indonesia Realty Tbk. (PLIN). Perusahaan pengembang properti berkonsep mixed-use yang memiliki dan mengelola Mall premium terintegrasi, dua hotel bintang 5 serta menara perkantoran di kawasan Bundaran Indonesia, Jakarta Pusat.

Dalam siaran persnya yang dirilis di Jakarta, kemarin emiten properti LPCK telah menunjuk CEO baru MC. Loh. Dengan tunjuknya CEO baru, ini  adalah kesempatan luar  biasa  untuk  kembali  bekerja  bagi Lippo  Cikarang.  Kesempatan  untuk mengubah bisnis  dan meluncurkan   proyek-proyek residensial yang baru dan sukses merupakan suatu tantangan yang sangat menarik.

Manajemen Lippo Cikarang pun menuliskan Loh pernah bergabung dengan peseroan, tetapi tidak diperinci dengan detil periode jabatannya. Ketika itu, Loh memberikan kontribusi yang signifikan bagi para pemegang saham dengan peningkatan kapitalisasi pasar hampir 10 kali lipat dan pertumbuhan EBITDA sebesar 1.179%. Loh menaikkan kapitalisasi pasar Lippo Cikarang selama masa jabatannya dari posisi Rp445 miliar menjadi hampir Rp5 triliiun.

Selain itu, manajemen pun mengklaim Loh memiliki pengalaman lebih dari 40 tahun secara global di industri properti dalam hal pembebasan lahan, desain dan pengembangan proyek. Pada periode terbarunya Loh akan mengemban tanggung jawab untuk memimpin perseroan maju ke depan dengan mengembangkan lebih banyak kawasan perumahan dan residensial di atas bank lahan seluas 455 hektare.

Sementara, Simon Subiyanto yang selama ini menjabat sebagai Presiden Direktur dan Pelaksana tugas (Plt) CEO saat ini, akan melanjutkan jabatannya hanya sebagai Presiden Direktur dan akan bekerja sama dengan M.C. Loh. Sebagai informasi, di kuartal tiga 2019, PT Lippo Cikarang Tbk mencatatkan pendapatan Rp 1,06 triliun, menurun 42% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 1,84 triliun.

Perseroan menjelaskan, penurunan ini berasal dari penjualan tanah yang tidak berulang ke PT Mahkota Sentosa Utama (MSU) pada kuartal III-2018 sebesar Rp 838 miliar. Secara normal, pendapatan perseroan hingga September 2019 naik 5,8% menjadi Rp1,06 triliun dari Rp 1 triliun. Selama kuartal III-2019 saja, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp374 miliar, meningkat 30% dari Rp287 miliar di kuartal II-2019 karena penjualan properti meningkat setelah pemilihan umum dan Idul Fitri. Selama Januari-September 2019, laba kotor Lippo Cikarang menurun menjadi Rp396 miliar, dari periode sama tahun lalu Rp1,05 triliun.

Sementara laba bersih perusahaan turun menjadi Rp 367 miliar dari Rp 2,71 triliun. Secara kuartalan, laba kotor perusahaan meningkat 17% menjadi Rp127 miliar di kuartal III-2019 dari Rp 117 miliar di kuartal II-2019. Pendapatan Lippo Cikarang didukung oleh penjualan lahan industri yang lebih tinggi, yakni penjualan Delta Silicon 8 pada kuartal I-2019.

BERITA TERKAIT

PGUN Raup Dana Hasil IPO Rp 103,5 Miliar

Debut perdana di pasar modal, perdagangan saham PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) dibuka melonjak 34,78% menjadi Rp 155 per saham…

Pefindo Pangkas Rating Waskita Jadi BBB+

NERACA Jakarta- Mempertimbangkan beban keuangan yang tinggi dan lemahnya rasio utang dan profitabilitas perusahaan menjadi alasan bagi PT Pemeringkat Efek…

Jaga Kocek Agar Tidak Tipis - Dividen Sritex Menyusut Dibandingkan Tahun Lalu

NERACA Jakarta –Mempertimbangkan jaga likuiditas guna mendanai ekspansi bisnisnya menjadi alasan bagi PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau Sritex…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

PGUN Raup Dana Hasil IPO Rp 103,5 Miliar

Debut perdana di pasar modal, perdagangan saham PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) dibuka melonjak 34,78% menjadi Rp 155 per saham…

Pefindo Pangkas Rating Waskita Jadi BBB+

NERACA Jakarta- Mempertimbangkan beban keuangan yang tinggi dan lemahnya rasio utang dan profitabilitas perusahaan menjadi alasan bagi PT Pemeringkat Efek…

Jaga Kocek Agar Tidak Tipis - Dividen Sritex Menyusut Dibandingkan Tahun Lalu

NERACA Jakarta –Mempertimbangkan jaga likuiditas guna mendanai ekspansi bisnisnya menjadi alasan bagi PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau Sritex…