Pangsa Pasar Menyusut - Volume Penjualan Rokok HMSP Terkoreksi 5,7%

NERACA

Jakarta - Keputusan pemermintah yang akan menaikkan cukai rokok rata-rata sebesar 23% mulai Januari 2020 menjadi ancaman terhadap pertumbuhan bisnis rokok PT HM Sampoerna Tbk (HMSP). Terlebih volume penjualan perseroan terkoreksi 5,7% pada kuartal III/2019. Adapun sepanjang Januari-September 2019, volume penjualannya mengalami penurunan 3,2%. Informasi tersebut disampaikan dalam laporan Philip Morris International Inc. yang dirilis di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, volume penjualan perusahaan rokok itu mencapai 25 miliar batang pada kuartal III/2019. Angka ini menyusut 5,7% dibandingkan volume penjualan kuartal III/2018, yang sebanyak 26,5 miliar batang. Penurunan volume penjualan HMSP lebih dalam dari rata-rata industri. Volume penjualan rata-rata industri turun 1,6%, dari 80,30 miliar batang pada kuartal III/2018 menjadi 79 miliar batang pada kuartal III/2019.

Dengan demikian, market share HMSP menciut menjadi 31,7% pada kuartal III/2019, dari sebesar 33% pada kuartal III/2018. Secara keseluruhan, sepanjang Januari-September 2019, HMSP mencatatkan volume penjualan sebesar 72,1 miliar batang atau turun 3,2% dari volume penjualan pada periode yang sama tahun lalu, yang mencapai 74,5 miliar batang.

Penurunan ini berlangsung di tengah kenaikan volume penjualan rata-rata industri. Volume penjualan rata-rata industri mencapai 226,3 miliar batang, naik 0,7% dari periode yang sama tahun lalu, yang sebesar 224,8 miliar batang. Adapun pertumbuhan volume penjualan rata-rata industri terjadi lantaran tidak ada kenaikan pajak cukai pada 2019. 

Philip Morris menjelaskan, turunnya volume penjualan mencerminkan pangsa pasar yang lebih rendah. Sepanjang Januari-September 2019, pangsa pasar HMSP menyusut menjadi 31,9% dibandingkan posisi pada periode yang sama tahun lalu, yang sebesar 33,1%. Volume penjualan Sampoerna A yang turun mencerminkan dampak kenaikan harga eceran yang mengakibatkan kesenjangan harga yang melebar dengan produk pesaing.

Sementara itu, volume penjualan Dji Sam Soe meningkat didorong oleh kinerja yang kuat dari varian DSS Magnum Mild 16 dan pengenalan atas varian 20s dan 50s. Perseroan menjelaskan, volume penjualan Indonesia turun 5,7% mencerminkan pangsa pasar yang lebih rendah, terutama karena kesenjangan harga yang melebar antara Sampoerna A dan merek kompetitif menyusul kenaikan harga pada Oktober 2018, serta total pasar yang lebih rendah.

Sebagai informasi, perseroan membukukan penjualan bersih semester pertama 2019 sebesar Rp50,72 triliun, naik 3,17% dibandingkan dengan semester I/2018 sebesar Rp49,16 triliun. Sigaret kretek mesin memberikan kontribusi 70,84% terhadap penjualan, diikuti sigaret kretek tangan 17,55%, sigaret putih mesin 10,65%.

Beban pokok penjualan naik 1,75% menjadi Rp38,39 miliar. Dengan demikian, laba kotor tumbuh 7,87%, dari semester I/2018 sebesar Rp11,43 triliun menjadi Rp12,33 triliun pada semester I/2019. Dari raihan tersebut, emiten berkode saham HMSP itu mengantongi laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk  sebesar Rp6,77 triliun pada semester I/2019, naik 10,8% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp6,11 triliun.

 

BERITA TERKAIT

Uni Charm Bukukan Rugi Rp 131,35 Miliar

NERACA Jakarta- Berbalik dengan pencapaian kinerja keuangan sepanjang tahun 2019 yang berhasil membukukan laba bersih tumbuh 95,13%, PT Uni-Charm Indonesia…

Kebal dari Covid-19 - Indofood Raup Untung Rp 1,40 Triliun

NERACA Jakarta – Bisnis PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) tahan banting terhadap pandemi Covid-19 di kuartal pertama tahun ini.…

Medco Energi Bukukan Rugi US$ 27, 34 Juta

NERACA Jakarta – Di balik ambisinya mengakuisisi perusahaan migas Australia Ophir Energy Plc, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) belum…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Uni Charm Bukukan Rugi Rp 131,35 Miliar

NERACA Jakarta- Berbalik dengan pencapaian kinerja keuangan sepanjang tahun 2019 yang berhasil membukukan laba bersih tumbuh 95,13%, PT Uni-Charm Indonesia…

Kebal dari Covid-19 - Indofood Raup Untung Rp 1,40 Triliun

NERACA Jakarta – Bisnis PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) tahan banting terhadap pandemi Covid-19 di kuartal pertama tahun ini.…

Medco Energi Bukukan Rugi US$ 27, 34 Juta

NERACA Jakarta – Di balik ambisinya mengakuisisi perusahaan migas Australia Ophir Energy Plc, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) belum…