Saham SLIS Masuk Pengawasan BEI

Melesatnya perdagangan saham PT Gaya Abadi Sempurna Tbk (SLIS) di luar kewajaran sejak pencatatan saham perdana, membawa perdagangan saham produsen sepeda listrik ini masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) atau masuk dalam kategori saham unusual market activiy (UMA). Informasi tersebut disampaikan BEI dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Kata Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan, Irvan Susandy, sehubungan dengan terjadinya unusual market activity atas saham SLIS tersebut, bursa sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini. Oleh karena itu, para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa.

Selain itu, investor juga diminta mencermati kinerja perusahaan tercatat dan keterbukaan informasinya, mengkaji kembali rencana corporate action perusahaan tercatat apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS, dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.”Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal," ujar Irvan.

Sebagai informasi, SLIS resmi listing di bursa pada Senin, 7 Oktober 2019 pada harga perdana Rp115 per saham. Adapun, pada penutupan perdagangan Rabu (16/10), saham SLIS berakhir di level Rp980 per saham atau naik 24,84% dibandingkan dengan harga penutupan perdagangan sebelumnya. Dengan demikian, saham SLIS telah melompat 752% selama 8 hari perdagangan. Informasi terakhir mengenai perusahaan tercatat adalah informasi tanggal 4 Oktober 2019 yang dipublikasikan melalui website PT Bursa Efek Indonesia terkait pencatatan saham dari penawaran umum.

BERITA TERKAIT

OJK Jatuhkan Denda Bagi 192 Pelaku Pasar

Selama semester pertama 2020, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menjatuhkan denda kepada 192 pelaku pasar,”Di bidang pasar modal pada semeter…

DMMX Incar Smart Detection 10 Ribu Titik

Perluas penetrasi pasar dan juga menjangkau pelayanan bagi pelaku usaha ritel dan perkantoran, PT Digital Mediatama Maxima Tbk (DMMX) meluncurkan…

WIKA Catatkan Kontrak Baru Rp 3,14 Triliun

Dampak dari pandemi geliat pembangunan infrastrukur juga dirasakan sepi dan hal inilah yang dirasakan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA). Pasalnya,…

BERITA LAINNYA DI

OJK Jatuhkan Denda Bagi 192 Pelaku Pasar

Selama semester pertama 2020, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menjatuhkan denda kepada 192 pelaku pasar,”Di bidang pasar modal pada semeter…

DMMX Incar Smart Detection 10 Ribu Titik

Perluas penetrasi pasar dan juga menjangkau pelayanan bagi pelaku usaha ritel dan perkantoran, PT Digital Mediatama Maxima Tbk (DMMX) meluncurkan…

WIKA Catatkan Kontrak Baru Rp 3,14 Triliun

Dampak dari pandemi geliat pembangunan infrastrukur juga dirasakan sepi dan hal inilah yang dirasakan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA). Pasalnya,…