Sukseskan Target SDGs - BEI Perkuat Kemitraan Antar Perusahaan

NERACA

Jakarta - Dalam rangka menyukseskan kemitraan strategis antar perusahaan di Indonesia, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan terus terbuka bekerjasama dengan berbagai pihak. Apalagi, kemitraan strategis ini memiliki visi dan misi pencapaian gol Sustainable Development Goals (SDGs) sebagai kelanjutan dari Millenium Development Goals (MDGs) dalam sidang umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke 70.

BEI dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin melakukan inisiatif kerja sama sebagai upaya untuk menyukseskan kemitraan strategis antar perusahaan di Indonesia khususnya untuk perusahaan tercatat di BEI yang berasal dari berbagai industri dan sektor yang berbeda, dengan mengirimkan survei “Successfully Strategic Business Partnership” yang diisi oleh corporate secretary perusahaan tercatat.

Adapun dari hasil survei penelitian tersebut yang diwakili oleh 151 responden dari perusahaan tercatat yang menyatakan bahwa motivasi perusahaan dalam melakukan kerja sama bisnis yang tertinggi adalah untuk memperluas jaringan pemasaran (36%), mendapatkan akses bisnis baru (23%), menguatkan struktur permodalan (14%), memperbesar kapasitas produksi (9%), dan selebihnya atas motivasi lainnya.

Selanjutnya atas hasil kerja sama bisnis tersebut, 39% dari jumlah responden mendapatkan kontribusi pendapatan (revenue) lebih dari 10% terhadap seluruh pendapatan (revenue), 40% dari jumlah responden mendapatkan kontribusi pendapatan (revenue) sebesar 5%  hingga 10% terhadap seluruh pendapatan dan sebanyak 21% dari jumlah responden mendapat manfaat kontribusi kurang dari 5 % terhadap seluruh pendapatan (revenue).

Berdasarkan penelitian yang dilakukan untuk menciptakan kemitraan yang sukses diperlukan engagement dari berbagai pihak sehingga dapat berdampak positif dalam profitabilitas perusahaan, peningkatan pendapatan perusahaan, jaringan pemasaran yang lebih luas, perluasan pangsa pasar dan kapasitas produksi perusahaan.

Dengan terselenggaranya seminar dan penelitian bersama atas kerja sama BEI, UI, dan UP serta didukung oleh Ford Foundation, diharapkan dapat memberikan pengaruh positif bagi pasar modal Indonesia karena dapat mendukung peningkatan kinerja perusahaan-perusahaan di Indonesia, khususnya perusahaan tercatat di BEI, sekaligus mendorong kesuksesan dalam menjalin kemitraan antar stakeholder di lintas sektor.

Penelitian dan seminar ini diselenggarakan untuk memberikan wawasan kepada corporate secretary atau jajaran manajemen perusahaan tercatat tentang bagaimana cara untuk meningkatkan kemitraan strategis di industri, sektor dan lembaga sektor publik, khususnya bagi perusahan-perusahaan yang sudah tercatat di BEI, baik dalam aspek teoritis maupun praktik manajerial. Pada akhirnya, hasil dari penelitian ini dapat menjadi acuan bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia dalam menentukan kebijakan startegis kemitraan ke depannya.

BERITA TERKAIT

Bidik Potensi Pasar UMKM - EPAC Kembangkan Teknologi Digital Packaging

NERACA Jakarta – Resmi menjadi perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) di tengah pandemi Covid-19, tidak menyurutkan ekspansi bisnis…

Penjualan Obat Tumbuh 28,97% - Phapros Masih Derita Rugi Rp 13,08 Miliar

NERACA Jakarta – Bisnis farmasi milik PT Phapros Tbk (PEHA) di kuartal pertama 2020 masih positif. Dimana anak usaha dari…

Penjualan Lesu Imbas Corona - Matahari Departement Merugi Rp 93,95 Miliar

NERACA Jakarta –Pandemi Covid-19 memberikan dampak terhadap bisnis ritel, termasuk PT Matahari Departement Store Tbk (LPPF) yang terkoreksi pencapaian kinerjanya…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Bidik Potensi Pasar UMKM - EPAC Kembangkan Teknologi Digital Packaging

NERACA Jakarta – Resmi menjadi perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) di tengah pandemi Covid-19, tidak menyurutkan ekspansi bisnis…

Penjualan Obat Tumbuh 28,97% - Phapros Masih Derita Rugi Rp 13,08 Miliar

NERACA Jakarta – Bisnis farmasi milik PT Phapros Tbk (PEHA) di kuartal pertama 2020 masih positif. Dimana anak usaha dari…

Penjualan Lesu Imbas Corona - Matahari Departement Merugi Rp 93,95 Miliar

NERACA Jakarta –Pandemi Covid-19 memberikan dampak terhadap bisnis ritel, termasuk PT Matahari Departement Store Tbk (LPPF) yang terkoreksi pencapaian kinerjanya…