Jalin Kerjasama Operasi - Garuda Hidupkan Bisnis Perbangan Merpati

NERACA

Jakarta – Menghidupkan kembali bisnis penerbangan Merpati yang sempat mati suri, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) menginisiasi kerjasama operasi bersama antara PT Merpati Nusantara Airlines dengan sejumlah perusahaan BUMN. Adapun beberapa BUMN yang ikut teken kerjasaa adalah PT Semen Indonesia (Persero) Tbk., Perum Bulog, PT PLN (Persero), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Kata Direktur Utama Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara, kerjasama operasi (KSO) yang dijalin dengan Merpati tersebut guna memanfaat potensi pengiriman kargo yang dimiliki oleh perusahaan-perusahaan BUMN. Untuk itu, Garuda Indonesia akan memfasilitasi 5 unit pesawat kargo yang dimiliki saat ini dan akan menambah 3 unit pesawat pada 2020 untuk digunakan Merpati dalam pengangkutan kargo.”Kami hanya membantu operasional. Sebenarnya Merpati membawa volume BUMN, sedangkan operasi dilakukan oleh Garuda,” ujarnya di Jakarta, kemarin.

Dijelaskannya, pada kerjasama tersebut tidak ada suntikan dana dan hanya bantu operasional. Untuk kerjasama tersebut, seperti pengelolaan usaha maintenance, repair, and overhaul (MRO), Merpati Nusantara bertindak sebagai agen pemasaran yang menyediakan layanan untuk perawatan turbin dari Pertamina dan PLN yang difasilitasi oleh MRO Merpati Nusantara Group dan Garuda Indonesia Group.

Sedangkan dalam usaha training centre, Garuda Indonesia akan berpartisipasi dalam mengelola pusat pendidikan milik Merpati Nusantara agar ke depannya unit usaha ini dapat menjadi salah satu sumber pendapatan besar Merpati. Perjanjian KSO tersebut berlaku untuk 38 tahun yang nantinya akan ditinjau oleh perusahaan-perusahaan BUMN yang tergabung setiap 5 tahun sekali. Dalam KSO itu, Garuda Indonesia hanya akan membebankan biaya-biaya operasi dan biaya manajemen kepada Merpati.“Cost yang timbul dari Garuda akan dibebankan dalam kerja sama ini plus management fee,” jelasnya.

Selain KSO dengan Merpati, Garuda Indonesia juga menyepakati layanan kargo pengiriman ikan dengan PT Perikanan Nusantara (Persero). Ari mengatakan bahwa kerja sama untuk memaksimalkan harga jual ikan yang murah karena sebelumnya dikirim menggunakan moda transportasi laut.”Ikan yang sebelumnya ke Jepang pakai kapal sehingga waktu yang dibutuhkan cukup lama harganya murah. Namun dengan udara ikan itu dalam kondisi hidup dan bertahan 24 jam sehingga lebih mahal,” ungkapnya.

BERITA TERKAIT

Bidik Potensi Pasar UMKM - EPAC Kembangkan Teknologi Digital Packaging

NERACA Jakarta – Resmi menjadi perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) di tengah pandemi Covid-19, tidak menyurutkan ekspansi bisnis…

Penjualan Obat Tumbuh 28,97% - Phapros Masih Derita Rugi Rp 13,08 Miliar

NERACA Jakarta – Bisnis farmasi milik PT Phapros Tbk (PEHA) di kuartal pertama 2020 masih positif. Dimana anak usaha dari…

Penjualan Lesu Imbas Corona - Matahari Departement Merugi Rp 93,95 Miliar

NERACA Jakarta –Pandemi Covid-19 memberikan dampak terhadap bisnis ritel, termasuk PT Matahari Departement Store Tbk (LPPF) yang terkoreksi pencapaian kinerjanya…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Bidik Potensi Pasar UMKM - EPAC Kembangkan Teknologi Digital Packaging

NERACA Jakarta – Resmi menjadi perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) di tengah pandemi Covid-19, tidak menyurutkan ekspansi bisnis…

Penjualan Obat Tumbuh 28,97% - Phapros Masih Derita Rugi Rp 13,08 Miliar

NERACA Jakarta – Bisnis farmasi milik PT Phapros Tbk (PEHA) di kuartal pertama 2020 masih positif. Dimana anak usaha dari…

Penjualan Lesu Imbas Corona - Matahari Departement Merugi Rp 93,95 Miliar

NERACA Jakarta –Pandemi Covid-19 memberikan dampak terhadap bisnis ritel, termasuk PT Matahari Departement Store Tbk (LPPF) yang terkoreksi pencapaian kinerjanya…