Kawasan Bisnis Margonda Terancam Dampak ABT - PDAM Kota Depok Berikan Peringatan Dini

Kawasan Bisnis Margonda Terancam Dampak ABT

PDAM Kota Depok Berikan Peringatan Dini

NERACA

Depok - ‎ Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Asasta Kota Depok memberikan peringatan dini tentang dampak penggunaan Air Bawah Tanah (ABT) yang bisa berakibat terjadinya longsor atau amblasnya permukaan tanah di kawasan bisnis Margonda dan sekitarnya. Apalagi kontur tanah dan kondisinya yang labil karena berada di sekitar Kali Ciliwung. Demikian press release yang disampaikan Humas PDAM Kota Depok, baru-baru ini.

Dikatakan, kawasan jalan Margonda sebagai pusat perdagangan dan Jasa, salah satu penyedot air tanah yang terbesar."Sehingga perlu diantisipasi hal tersebut agar diubah dengan mengunakan sumber air bersih dari PDAM Kota Depok,"‎ ujar Dita Manager Humas didampingi Manager Pemasarannya, Imas.

Dijelaskan, tidak hanya hotel dan apartemen, bahkan juga ada kampus besar, ruko dan toko di sepanjang jalan Margonda Raya belum memasang PDAM.

Dikatakan, pada setiap aktifitas ekonomi pastinya akan membutuhkan air bersih. Apalagi di kawasan Margonda banyak proyek pembangunan, tapi tidak memasang air dari PDAM."Kalau gak pasang ya mereka pasti pakai air tanah," ujar Imas menegaskan.

Selain itu, lanjutnya, di jalan Margonda, penyedotan air tanah adalah yang terbesar terjadi di Depok. Juga, di ruas jalan Raya Jakarta Bogor.

"Kalaupun sudah berlangganan ke PDAM mereka hanya membayar beban tetap saja ke PDAM yang artinya pemakaian airnya nol atau pemakaiannya di bawah batas kewajaran. Lalu mereka pakai air apa?" dipertanyakannya.

Menurutnya, sejumlah tempat komersial yang masih menggunakan air tanah, hampir tersebar merata di sejumlah wilayah; diantaranya selain jalan Margonda, juga di jalan Raya Bogor dan kawasan Cinere.

Dikemukakan dari data yang PDAM Depok miliki terdapat lebih dari 25 tempat komersial seperti perusahaan, hotel, apartemen, restoran, ruko yang masih menggunakan air tanah.

"Tentu saja ini mengkhawatirkan karena dengan penggunaan air tanah yang berlebihan dapat menyebabkan kemiringan bangunan atau amblas dan berpotensi terjadinya longsor," tuturnya meyakinkan dalam siaran persnya.

Selain itu, lanjutnya, penggunaan air tanah dalam jumlah yang besar di tempat-tempat komersial itu juga dapat merugikan warga sekitar yang akan menyebabkan ketersediaan air tanah akan terus berkurang akibat di sedot oleh pompa dengan kekuatan yang lebih besar.

Dita dan Imas menambahkan, banyak faktor penggunaan air tanah di tempat-tempat komersial masih saja terjadi di Kota Depok. Salah satunya adalah lemahnya pengawasan. Pengawasan pemakaian air tanah pada tempat-tempat komersial kurang,

Sementara faktor lainnya, pengawasan dari instansi terkait yang berwenang masih sangat lemah."Kami dari PDAM kan sifatnya hanya himbauan tidak bisa melakukan tindakan karena bukan kewenangan kami," katanya.

Namun, katanya, saat ini PDAM aktif menyurati perusahaan dan para pelaku bisnis untuk menawarkan berlangganan dan menggunakan air PDAM. Ada yang merespon baik ada pula yang tidak merespon.

Ditegaskan, PDAM menyambut gembira dgn dibuatnya RUU Sumber Daya Air yang baru dimana di dalamnya menegaskan hak rakyat atas air guna memenuhi kebutuhan pokok minimal sehari-hari dijamin oleh negara.

Selain itu RUU juga memberikan penegasan terhadap hak masyarakat dalam memperoleh akses untuk memanfaatkan sumber daya air karena pelaku usaha yang melanggar akan dikenakan sangsi sesuai aturan yang berlaku. Dimana dalam Pasal 5 dijelaskan bahwa Sumber Daya Air dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

"Negara harus menjamin kebutuhan air untuk rakyatnya, jadi kebutuhan rakyat harus tercukupi. Dan dalam hal ini PDAM Tirta Asasta terus maksimalkan pelayanan di daerah kawasan Margonda,"‎ demikian dijelaskan PDAM Tirta Asasta Kota Depok kepada NERACA. Dasmir

 

BERITA TERKAIT

Dompet Dhuafa dan PWI Pusat Salurkan Bantuan

Jakarta-Krisis ekonomi akibat Pandemi Covid-19, telah menyentuh semua lapisan masyarakat. Tidak terkecuali masyarakat pers yang masih bekerja di perusahaan media,…

Hyundai Terjerat Hukum, Pertamina Diminta Awasi Proyek Balikpapan

NERACA   Jakarta - PT Pertamina (Persero) diminta untuk mengawasi proyek pembangunan Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan setelah…

Wanita Emas Salurkan Bantuan APD Lewat Ikatan Dokter Indonesia

NERACA Jakarta - 'Wanita Emas' atau Hasnaeni masih terus menyalurkan bantuannya di tengah pandemi covid-19. Kali ini, Hasnaeni mengirimkan bantuan…

BERITA LAINNYA DI Ekonomi Daerah

Dompet Dhuafa dan PWI Pusat Salurkan Bantuan

Jakarta-Krisis ekonomi akibat Pandemi Covid-19, telah menyentuh semua lapisan masyarakat. Tidak terkecuali masyarakat pers yang masih bekerja di perusahaan media,…

Hyundai Terjerat Hukum, Pertamina Diminta Awasi Proyek Balikpapan

NERACA   Jakarta - PT Pertamina (Persero) diminta untuk mengawasi proyek pembangunan Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan setelah…

Wanita Emas Salurkan Bantuan APD Lewat Ikatan Dokter Indonesia

NERACA Jakarta - 'Wanita Emas' atau Hasnaeni masih terus menyalurkan bantuannya di tengah pandemi covid-19. Kali ini, Hasnaeni mengirimkan bantuan…