Bank Muamalat dan BMM Renovasi Rumah Warga Sukabumi

Rumah sebagai tempat tinggal atau berlindung merupakan kebutuhan pokok dari masyarakat, namun seiring dengan membengkaknya harga tanah tiap tahunnya membuat sebagian masyarakat sulit mendapatkan hunian yang layak. Maka tidak heran, di tengah besarnya pertumbuhan populasi masyarakat yang tidak diimbangi dengan ketersediaan hunian menjadi backlog perumahan di Indonesia terus membesar.

Namun dibalik upaya pemerintah menghadirkan rumah bersubsidi bagi masyarakat miskin, belum semuanya tercover. Bahkan ironisnya, masih saja ada masyarakat yang tinggal di tempat yang tidak layak huni. Maka menjawab kebutuhan masyarakat untuk menciptakan hunian layak huni, PT Bank Muamalat Indonesia Tbk bersama dengan Baitulmaal Muamalat (BMM) dan Bakrie Amanah melaksanakan seremoni dimulainya program rumah berkah Muamalat di Desa Karawang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Program ini berupa renovasi rumah penduduk yang masuk dalam kategori tidak layak huni dan tidak sehat.

Seremoni ini dilaksanakan di Madrasah Tarbiyatul Athfal pada Jumat, 11 Oktober 2019. Hadir dalam kegiatan ini Direktur Bisnis Ritel Bank Muamalat Purnomo B. Soetadi dan Direktur Eksekutif BMM Teten Kustiawan. Turut hadir pula Bupati Sukabumi Marwan Hamami, General Manager Bakrie Amanah Setiadi Ihsan beserta  tamu undangan yang merupakan donatur BMM.

Purnomo mengatakan, rumah merupakan kebutuhan dasar yang mutlak terpenuhi di samping kebutuhan lain seperti sandang dan pangan. Oleh karena itu, Bank Muamalat dan BMM berinisiatif memberikan bantuan renovasi rumah menggunakan dana zakat dan bantuan donatur. Total ada sebanyak 30 kepala keluarga di Desa Karawang yang mendapatkan bantuan renovasi rumah.“Kami memahami bahwa rumah adalah salah satu kebutuhan dasar yang harus terpenuhi. Oleh karena itu dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masayarakat Desa Karawang, Bank Muamalat dan BMM berinisiatif membantu membangun rumah layak huni melalui program Rumah Berkah Muamalat ini,”ujarnya.

Desa Karawang dipilih karena sebagian besar mata pencaharian masyarakatnya adalah buruh petani sehingga rata-rata penghasilan masyarakat di desa ini tergolong rendah. Hal ini berdampak pada bangunan rumah yang tidak layak huni dan tidak memiliki sanitasi rumah yang baik. Rumah yang kurang sehat berpotensi menimbulkan penyakit yang dapat berujung pada kematian. Desa Karawang sendiri terletak di dataran tinggi yang dekat dengan Kota Sukabumi. Diapit oleh tiga lokasi destinasi wisata yaitu Salabintana, Lembah Halimun, dan Jembatan Gantung.

BERITA TERKAIT

Gandeng Kerjasama Nexford University - Indosat Berikan Beasiswa Bagi 10 Ribu Pelajar

Bantu dunia pendidikan di dalam negeri, khususnya para siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu, Indosat Ooredoo sebagai perusahaan telekomunikasi dan…

Eksistensi Program RISE di Tengah Pandemi - Semangat Memberdayakan Disabilitas Tak Pernah Surut

Meski dilanda pandemi Covid-19 dengan adanya pembatasan sosial berskala besar dan juga dampak pada lesunya ekonomi, tidak menyurutkan semangat PT…

Petrokimia Alokasikan Rp 41,8 Miliar - Bantu Ekonomi UMKM Saat Pandemi Covid-19

Lesunya perekonomian akibat dampak pandemi Covid-19 dirasakan betul bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Dimana para UMKM yang…

BERITA LAINNYA DI CSR

Gandeng Kerjasama Nexford University - Indosat Berikan Beasiswa Bagi 10 Ribu Pelajar

Bantu dunia pendidikan di dalam negeri, khususnya para siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu, Indosat Ooredoo sebagai perusahaan telekomunikasi dan…

Eksistensi Program RISE di Tengah Pandemi - Semangat Memberdayakan Disabilitas Tak Pernah Surut

Meski dilanda pandemi Covid-19 dengan adanya pembatasan sosial berskala besar dan juga dampak pada lesunya ekonomi, tidak menyurutkan semangat PT…

Petrokimia Alokasikan Rp 41,8 Miliar - Bantu Ekonomi UMKM Saat Pandemi Covid-19

Lesunya perekonomian akibat dampak pandemi Covid-19 dirasakan betul bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Dimana para UMKM yang…