BNI Syariah Buka 7 Kantor Cabang di Aceh

 

 

NERACA

 

Jakarta - Guna mendukung kebijakan Qanun Lembaga Keuangan Syariah (LKS) terhadap berlakunya Qanun Provinsi Aceh No. 11 tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah, BNI Syariah telah membuka 7 Kantor Cabang Pembantu (KCP) di Provinsi Aceh dan memperkuat jaringan melalui 24 layanan syariah di seluruh outlet BNI di Provinsi Aceh.

Pembukaan KCP terbaru adalah BNI Syariah Keutapang yang diresmikan pada Senin (14/10), dengan dihadiri oleh Pemimpin BNI Cabang Banda Aceh, Amri Hidayat Arief; Ketua Tim Task Force Qanun LKS, Edwin Fitrianto, Pemimpin Cabang BNI Syariah Aceh, Zul Irfan Lubis; Heddy Wirawan mewakili Regional Head Wilayah Barat BNI Syariah, pejabat dan pemuka agama setempat, serta nasabah BNI dan BNI Syariah.

 

“Dari 7 KCP, pembukaan 2 KCP yaitu Bener Meriah dan Keutapang dilakukan dengan cara tutup buka dan sisanya dengan cara dual banking,” kata Heddy Wirawan melalui keterangan resminya, Senin (14/10). Ke-7 Kantor Cabang Pembantu (KCP) yang telah dibuka di Provinsi Aceh diantaranya adalah BNI Syariah KCP Teuku Umar, Banda Aceh; BNI Syariah KCP Meureudu; BNI Syariah KCP Panton Labu; BNI Syariah KCP Kuala Simpang pada 12 Juni 2019; BNI Syariah KCP Bener Meriah pada 17 Juni 2019; dan yang terbaru BNI Syariah KCP Keutapang pada 14 Oktober 2019.

Pembukaan KCP dengan cara tutup buka dilakukan dengan menutup outlet BNI kemudian dibuka outlet BNI Syariah. Sedangkan pembukaan KCP dualbanking dilakukan dengan membuka dua KCP BNI dan BNI Syariah. Dalam kesempatan terpisah, SEVP Bisnis Ritel dan Jaringan BNI Syariah, Iwan Abdi mengatakan pembukaan layanan syariah ini bertujuan untuk memberikan akses seluas-luasnya kepada masyarakat Aceh untuk bertransaksi syariah. Selain itu pembukaan 7 KCP ini juga untuk meningkatkan inklusi keuangan dan percepatan implementasi Qanun Lembaga Keuangan Syariah.

Sesuai dengan Qanun Lembaga Keuangan Syariah No. 11 Tahun 2018, lembaga keuangan yang beroperasi di Provinsi Aceh wajib berlandaskan prinsip syariah paling lambat 3 (tiga) tahun sejak aturan Qanun ini diundangkan. Sehingga pada tahun 2021 nanti, seluruh outlet BNI di Provinsi Aceh akan berganti menjadi outlet BNI Syariah.

Qanun Provinsi Aceh adalah Peraturan Perundang-undangan sejenis Peraturan Daerah yang mengatur penyelenggaraan pemerintahan dan kehidupan masyarakat di Provinsi Aceh. Sampai dengan Agustus 2019, terdapat sekitar 3.000 nasabah yang telah memiliki rekening BNI Syariah di Provinsi Aceh. Komposisi akuisisi nasabah baru dibanding nasabah migrasi di BNI konvensional sebesar 60% banding 40%.

 

BERITA TERKAIT

Laba Bersih Amar Bank Melonjak 400%

  NERACA   Jakarta - PT Bank Amar Indonesia Tbk mencatatkan performa keuangan yang sangat baik di tahun 2019 dengan…

Grab Restrukturisasi Kredit untuk Mitra Pengemudi

    NERACA   Jakarta - Grab Indonesia melanjutkan langkah-langkah relaksasi keuangan dalam bentuk restrukturisasi kredit dan penundaan biaya rental…

Diperbarui, Tokocrypto 2.0 Didukung Binance Cloud

    NERACA   Jakarta - Pedagang aset kripto teregulasi di Indonesia, Tokocrypto akan menghadirkan Tokocrypto 2.0 dengan sistem yang…

BERITA LAINNYA DI Jasa Keuangan

Laba Bersih Amar Bank Melonjak 400%

  NERACA   Jakarta - PT Bank Amar Indonesia Tbk mencatatkan performa keuangan yang sangat baik di tahun 2019 dengan…

Grab Restrukturisasi Kredit untuk Mitra Pengemudi

    NERACA   Jakarta - Grab Indonesia melanjutkan langkah-langkah relaksasi keuangan dalam bentuk restrukturisasi kredit dan penundaan biaya rental…

Diperbarui, Tokocrypto 2.0 Didukung Binance Cloud

    NERACA   Jakarta - Pedagang aset kripto teregulasi di Indonesia, Tokocrypto akan menghadirkan Tokocrypto 2.0 dengan sistem yang…