Realisasi Belanja Modal APBD Banten 2019 Baru 21,11 Persen

Realisasi Belanja Modal APBD Banten 2019 Baru 21,11 Persen  

NERACA

Serang – Realisasi anggaran belanja modal APBD Banten hingga triwulan III baru mencapai sebesar Rp379,9 miliar atau sekitar 21,11 persen dari pagu anggaran belanja modal Rp1,7 triliun.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Banten Rina Dewiyanti di Serang, Rabu (9/10) mengatakan, anggaran belanja modal pada APBD Perubahan 2019 sebesar Rp1.7 triliun. Laporan realisasi anggaran (LRA) belanja modal hingga Triwulan III sebesar Rp379.9 miliar atau kurang lebih 21,11 persen dari pagu anggaran.

“Data yang telah masuk atau diinput ke dalam Aplikasi Atisisbada hingga 1 Oktober 2019 sebesar Rp279.5 miliar atau kurang lebih 73,57 persen dari pagu realisasi anggaran. Saya berharap kepada seluruh OPD yang belum menyelesaikan laporan untuk segera menindaklanjutinya," kata Rina dalam kegiatan rekonsiliasi data aset atau barang milik daerah (BMD) perolehan 2019 triwulan III di lingkup Pemprov Banten di Aula BPKAD Banten, Rabu (9/10).

Rina mengatakan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam rekonsiliasi aset. Pertama, diharapkan data yang dilaporkan akurat dan akuntabel sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) serta sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Saya juga berharap untuk selalu menjaga sinergitas antara pengguna barang milik daerah dengan pengelola barang milik daerah. Dapat berjalan secara optimal sehingga neraca aset tahun 2019 dapat disajikan dengan wajar," kata dia.

Ia mengatakan, Barang Milik Daerah (BMD) merupakan aset tetap dan memiliki nilai terbesar dalam laporan keuangan. Aset tetap juga merupakan unsur yang sangat penting dalam menunjang penyelenggaraan dan pelayanan pemerintah daerah, sehingga harus dikelola secara baik dan benar.

“Pengelolaan BMD secara baik dan benar tersebut artinya harus dapat dipertanggungjawabkan. Itu didukung dengan ketepatan jumlah dan nilainya, serta bukti fisik,” kata dia.

Mantan Kepala BPKAD Kabupaten Lebak itu mengatakan, ketetapan jumlah, nilai dan bukti fisik dapat menimbulkan potensi permasalahan dalam pengelolaan aset dapat mengurangi kualitas akuntabilitasnya. Sehingga dirasakan sangat penting dan segera untuk membenahi pengelolaan aset.

“Pembenahan yang mendesak untuk dilakukan adalah meyakinkan bahwa aset tetap tersebut dapat disajikan dalam neraca tahun 2019. Disajikan secara wajar sesuai Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP),” kata dia.

Adapun nilai aset tetap Pemprov Banten per 1 Januari 2019 berjumlah Rp20.6 triliun, di antaranya aset tanah kurang lebih Rp8.7 triliun, peralatan dan mesin Rp2.2 triliun dan gedung serta bangunan Rp3.1 triliun lebih. Selanjutnya, jalan, irigasi dan jaringan Rp6.2 triliun, aset tetap lainnya Rp143.8 miliar dan konstruksi dalam pengerjaan kurang lebih Rp126.8 miliar.

“Lalu ada aset lain Rp763.5 miliar dan Rp111.2 miliar. Jika ditotal seluruhnya adalah sekitar Rp21.5 triliun," kata dia.

Kepala Bidang Aset Daerah pada BPKAD Provinsi Banten Ajat Sudrajat mengatakan, rekonsiliasi data aset perolehan 2019 triwulan III dimaksudkan untuk memberikan pemahaman terhadap pengelolaan BMD. Bisa sesuai dengan peraturan perundang-undangan serta sinegritas terkait data nilai aset yang akan disajikan dalam laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) tahun 2019.

"Peserta kegiatan rekonsiliasi terdiri dari para pengurus barang pengguna dan pengurus barang pembantu dan pengurus barang unit sekolah di lingkungan Pemprov Banten," kata Ajat. Ant

 

 

BERITA TERKAIT

Rekam Jejak Hitam, Keikutsertaan Hyundai di Tuban Menjadi Perhatian

NERACA   Jakarta - Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI), Yusri Usman, menyoroti keikutsertaan Hyundai Engineering Construction…

Bansos Dampak COVID-19 di Banten Tersalurkan Rp21,822 Miliar

NERACA Serang - Penyaluran bantuan sosial (Bansos) program Jaring Pengaman Sosial (JPS) dampak COVID-19 di Provinsi Banten yang bersumber dari…

Distabun Lebak Apresiasi Petani Curugbitung Kembangkan Tanaman Sayuran

NERACA Lebak - Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distabun) Kabupaten Lebak, Banten mengapresiasi petani Curugbitung mengembangkan tanaman sayuran hingga mampu mendongkrak…

BERITA LAINNYA DI Ekonomi Daerah

Rekam Jejak Hitam, Keikutsertaan Hyundai di Tuban Menjadi Perhatian

NERACA   Jakarta - Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI), Yusri Usman, menyoroti keikutsertaan Hyundai Engineering Construction…

Bansos Dampak COVID-19 di Banten Tersalurkan Rp21,822 Miliar

NERACA Serang - Penyaluran bantuan sosial (Bansos) program Jaring Pengaman Sosial (JPS) dampak COVID-19 di Provinsi Banten yang bersumber dari…

Distabun Lebak Apresiasi Petani Curugbitung Kembangkan Tanaman Sayuran

NERACA Lebak - Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distabun) Kabupaten Lebak, Banten mengapresiasi petani Curugbitung mengembangkan tanaman sayuran hingga mampu mendongkrak…