Idealis Paham Koperasi Benteng Krisis Ekonomi Indonesia - Kadiskum Depok

Idealis Paham Koperasi Benteng Krisis Ekonomi Indonesia

Kadiskum Depok

NERACA 

Depok - ‎Gejolak arus pasar bebas dan era globalisasi serta laju revolusi industri 4.0 dunia saat ini, maka paham idealis koperasi sebagai modal dasar soko guru perekonomian Indonesia, dapat menjadi benteng untuk hadapi berbagai tantangan terjadinya krisis ekonomi di Indonesia. Demikian rangkuman. wawancara NERACA dengan Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Kadiskum) Kota Depok di ruang kerjanya di Gedung Dibaleka lantai 7, baru-baru ini.

Menurutnya, bukan hanya manpu membentengi berbagai tantangan terhadap adanya berbagai gejolak tersebut, tapi juga mampu menjaga stabilitas ekonomi nasional dan daerah dalam pemenuhan berbagai kebutuhan pokok ekonomi masyarakat."Salah satu paham idealis koperasi yang telah mendarah daging dalam jiwa dan raga bangsa Indonesia adalah azaz kekeluargaan dan gotong royong yang telah merata hingga ke pelosok tanah air Indonesia," ujar Fitriawan yang sangat tekun dan fokus dalam keilmuan planologinya.

Pejabat yang diminta Pemkot Depok dalam keahliannya dari Kementrian Dalam Negeri di awal lahirrnya Depok sebagai Kota otonom,‎ juga yakin berasumsi bukan mustahil Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) bisa ditarget hingga 7 persen jika keberadaan pemahaman tentang idealis koperasi ditingkatkan berbagai program dan kegiatannya yang lebih maksimal terintegralistik dengan sektor ekonomi lainnya.

Dijelaskannya, perencanaan pembangunan terkait dengan sektor atau bidang ek‎onomi di berbagai daerah bahkan nasional, masih sangat minim dan memprihatinkan persentasenya dibandingkan bidang atau sertor lainnya."Sehingga pertumbuhan perekonomian nasional dan lokal cenderung seperti berjalan auto pilot tanpa ada perencanaan progran dan kegiatan yang maksimal memacu laju pertumbuhannya uintuk mewujudkan tujuan yang diamanahkan dalam Undang-Undang Dasar 1945 agar terwujud masyarakat Indonesia yang cerdas, adil dan Makmur," ujar Fitriawan yang pernah menjabat Kadis Kominfo dan Kabid Perencanaan di Bappeda dan lainnya di Kota Depok. 

Diyakininya, hanya dengan terbatasnya anggaran yang dialokasikan dalam APBD di Kota Depok, hasilnya di berbagai indikator perkembangan ekonomi mampu membuat kondisi Kota Depok terkendali dan dapat diatasi berbagai gejolak perekonomian yang membuat masyarakat bisa mengatasinya."Hal ini misalnya dalam mengendalikan kenaikan berbagai harga kebutuhan bahan pokok pangan masyarakat karena tingginya gejolak kenaikan harga di berbagai pasar daerah lainnya," ujarnya menjawab NERACA

Bahkan, lanjutnya, adanya perilaku paham idealis koperasi yang kekeluargaan dan gotong royong tersebut, juga tingkat daya beli masyarakat pun mampu memenuhi kebutuhan hidup minimumnya. Angka kemiskinan dan pengangguran juga dapat dikendalikan dibawah angka target nasional dan provinsi.‎

"Oleh sebab itu, diperlukan untuk kembali lebih meningkatkan program pemahaman idealis koperasi yang memiliki cakupan lebih luas terintegral dengan sektor ekonomi lainnya yang saling mendukung dan tetap konsisten dengan Azaz kekeluargaan yang gotong royong untuk seluruh lapisan masyarakat," ujar Kadiskum ini yang selalu optimis.

‎Dikemukakan, Kota Depok saat ini punya 60.000 anggota koperasi aktif di kota Depok. Dari 100 lebih badan usaha koperasi yang masih berjalan operasional berbagai jenis kegiatan usahanya. Hal ini belum termasuk dari UMKM, IKM dan sektor informal lainnya yang juga punya perilaku gotong royong dan kekeluargaan. Apalagi jika gerakan pemahaman Idealis koperasi ini lebih digencarkan lagi, maka bukan mustahil Indonesia jadi terbaik ekonominya di dunia, Insya Allah," ujar Kadiskum Kota Depok. Dasmir

 

 

 

BERITA TERKAIT

Rekam Jejak Hitam, Keikutsertaan Hyundai di Tuban Menjadi Perhatian

NERACA   Jakarta - Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI), Yusri Usman, menyoroti keikutsertaan Hyundai Engineering Construction…

Bansos Dampak COVID-19 di Banten Tersalurkan Rp21,822 Miliar

NERACA Serang - Penyaluran bantuan sosial (Bansos) program Jaring Pengaman Sosial (JPS) dampak COVID-19 di Provinsi Banten yang bersumber dari…

Distabun Lebak Apresiasi Petani Curugbitung Kembangkan Tanaman Sayuran

NERACA Lebak - Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distabun) Kabupaten Lebak, Banten mengapresiasi petani Curugbitung mengembangkan tanaman sayuran hingga mampu mendongkrak…

BERITA LAINNYA DI Ekonomi Daerah

Rekam Jejak Hitam, Keikutsertaan Hyundai di Tuban Menjadi Perhatian

NERACA   Jakarta - Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI), Yusri Usman, menyoroti keikutsertaan Hyundai Engineering Construction…

Bansos Dampak COVID-19 di Banten Tersalurkan Rp21,822 Miliar

NERACA Serang - Penyaluran bantuan sosial (Bansos) program Jaring Pengaman Sosial (JPS) dampak COVID-19 di Provinsi Banten yang bersumber dari…

Distabun Lebak Apresiasi Petani Curugbitung Kembangkan Tanaman Sayuran

NERACA Lebak - Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distabun) Kabupaten Lebak, Banten mengapresiasi petani Curugbitung mengembangkan tanaman sayuran hingga mampu mendongkrak…