OJK Nyatakan Perbankan Di Wamena Beroperasi Terbatas

 

 

NERACA

 

Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan industri perbankan di Wamena, Papua, masih beroperasi terbatas menyusul kericuhan yang terjadi sejak Senin (23/9). Kericuhan yang bermula dari aksi unjuk rasa itu terjadi dalam sepekan terakhir dan membuat ribuan warga di Wamena memilih mengungsi ke Jayapura dan beberapa kota di luar Papua.

 

"Kondisi yang kami terima bahwa keterbatasan buka operasional perbankan umumnya karena keterbatasan pegawai yang sebagian masih mengungsi ke Jayapura," kata Juru Bicara OJK Sekar Putih Djarot, sebagaimana dikutip Antara, kemarin.

 

Pengawas dan pengatur seluruh industri jasa keuangan itu mengaku telah mengimbau setiap pelaku industri jasa keuangan di Wamena untuk membuka layanan secara terbatas demi mengutamakan keselamatan pegawai. Pelaku industri juga diminta untuk memperhatikan dinamika keamanan di Wamena untuk membuka layanan perbankan.

 

Namun hingga Senin (30/9) malam, kata Sekar, beberapa jaringan sistem transaksi bank seperti mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) sudah dapat beroperasi normal. Begitu juga dengan layanan daring (online) perbankan di Wamena seperti "mobile banking" dan "internert banking" yang berjalan normal. "Sampai dengan saat ini bank yang ada di Wamena telah melaporkan buka secara operasional terbatas sehingga aktivitas ekonomi dapat segera pulih kembali utamanya di Wamena," ujar Sekar.

 

Adapun kerusuhan yang terjadi di Wamena awal pekan lalu menyebabkan ribuan warga mengungsi ke Jayapura. Kerusuhan itu telah meyebabkan 31 orang meninggal dunia, menurut Kementerian Kesehatan. Akibat kerusuhan itu dalam sepekan terakhir, ratusan bangunan, baik milik pemerintah maupun swasta jadi sasaran amuk massa. Kegiatan ekonomi pun tersendat. Warga di Wamena mengalami kesulitan memperoleh makanan dan beberapa kebutuhan lainnya karena tutupnya sejumlah pusat perbelanjaan dan fasilitas publik.

 

BERITA TERKAIT

Program Batara Spekta, BTN Targetkan Raup Dana Murah Rp3,7 Triliun

  NERACA Jakarta - Direktur Utama Bank PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk BTN Pahala Nugraha Mansury optimistis meraup dana…

Pasar Asuransi Belum Diimbangi dengan Edukasi yang Memadai

  NERACA Jakarta - Pasar industri asuransi di Indonesia dinilai masih menguntungkan karena jumlah penduduk yang memahami pentingnya perlindungan asuransi masih…

Dalam Waktu Dekat, Bank BUMN Syariah akan Dimerger

  NERACA Jakarta – Kementerian BUMN akan menggabungkan bank-bank syariah BUMN yang terdapat di masing-masing bank Himbara menjadi satu holding/subholding…

BERITA LAINNYA DI Jasa Keuangan

Program Batara Spekta, BTN Targetkan Raup Dana Murah Rp3,7 Triliun

  NERACA Jakarta - Direktur Utama Bank PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk BTN Pahala Nugraha Mansury optimistis meraup dana…

Pasar Asuransi Belum Diimbangi dengan Edukasi yang Memadai

  NERACA Jakarta - Pasar industri asuransi di Indonesia dinilai masih menguntungkan karena jumlah penduduk yang memahami pentingnya perlindungan asuransi masih…

Dalam Waktu Dekat, Bank BUMN Syariah akan Dimerger

  NERACA Jakarta – Kementerian BUMN akan menggabungkan bank-bank syariah BUMN yang terdapat di masing-masing bank Himbara menjadi satu holding/subholding…