Legislator Banten Minta Pemprov Perhatikan Jalan Lingkungan Kota Serang

Legislator Banten Minta Pemprov Perhatikan Jalan Lingkungan Kota Serang  

NERACA

Serang - Anggota DPRD Banten dari Fraksi Golkar Teguh Istaal meminta Pemprov Banten memberikan perhatian khusus bagi pembangunan Kota Serang salah satunya terkait jalan lingkungan, mengingat Kota Serang sebagai ibukota Provinsi Banten dan menjadi etalase Banten.

"Sesuai daerah pemilihan saya di Kota Serang, saya sangat mengharapkan agar Pemprov Banten ini memperhatikan lagi Kota Serang yang merupakan etalase provinsi, seperti memberikan bantuan untuk jalan-jalan lingkungan yang selama ini ditangani oleh Pemkot Serang, tapi belum maksimal, lantaran keterbatasan anggaran," kata Teguh Istaal usai Rapat Paripurna Pengumuman Calon Pimpinan DPRD Banten Definitif, di Serang, Senin (16/9).

Ia menjelaskan, sebagai wakil rakyat ingin menyampaikan amanat dan aspirasi masyarakat di Kota Serang, salah sataunya pembangunan infrastruktur Kota Serang adalah harus menjadi hal utama dan penting dalam upaya menumbuhkan kepercayaan pihak swasta.

"Menurut saya, dengan sarana dan prasarana yang sangat baik di Kota Serang, bukan saja masyarakat sekitar yang merasakan jalan-jalan lingkungannya baik. Tetapi juga akan tumbuh trust (kepercayaan) para investor untuk membangun pabrik atau mengembangkan usahanya," kata politisi Partai Golkar tersebut.

Selama ini kata dia, ada sejumlah aturan yang menghambat investor untuk menanamkan investasinya. Salah satunya adalah RTRW (rencana tata ruang dan wilayah) yang belum ada karena masih dalam pembahasan.

"Jadi kita selama ini belum tahu, untuk Kota Serang area mana saja yang bakal jadi pengembangan industri dan lainnya. Saya harap Pemkot Serang kedepan lebih terbuka lagi, dan memberikan peluang usaha kepada investor yang dapat diterima oleh masyarakat dan dapat menyerap tenaga kerja lokal, sehingga berdampak pada kesejahteraan juga," kata dia.

Menurut Teguh, daerah yang dianggap baik dalam pengembangan kawasan industri adalah Karangantu, Kecamatan Kasemen. Di lokasi tersebut bisa untuk pengembangan industri yang disesuaikan dengan potensi daerah sekitar yakni bidang kelautan dan perikanan.

"Di pesisir Karangantu, saya rasa sangat cocok dibangun indutri maritim. Contohnya adalah pengemasan dan pengolahan ikan, selain resiko limbahnya kecil. Industri pengolahan ikan, pastinya akan disambut positif oleh masyarakat," kata dia.

Teguh juga mengakui selama ini perhatian pemprov selama ini kepada pembangunan Kota Serang sudah sangat baik. Salah satunya adalah, pembangunan atau revitalisasi kawasan Masjid Banten Lama dan ini menjadi potensi untuk penambahan PAD Kota Serang jika dikelola dengan baik.

"Pemprov Banten selama ini memang sudah sangat perduli untuk Kota Serang. Selain memberikan bantuan keuangan, perbaikan jalan-jalan provinsi, juga melakukan revitalisasi Kawasan Banten Lama di Kasemen sehingga menjadi indah. Ini menjadi daya tarik masyarakat luar untuk datang ke Kota Serang," kata Teguh. Ant

 

BERITA TERKAIT

Untuk Menahan Inflasi Yang Tinggi, Sektor Ekonomi Harus Segera Dipulihkan - KABUPATEN KUNINGAN

NERACA Kuningan - Jika tidak mau terjadi tingginya inflasi maka sektor ekonomi harus segera dipulihkan paska Pandemi Covid-19, termasuk pemulihan…

Bantuan Produktif Usaha Mikro Rp2,4 Juta Mulai Dicairkan 17 Agustus 2020

NERACA Jakarta - Program bantuan produktif untuk usaha mikro yang diberikan sebesar Rp2,4 juta kepada pelaku usaha mikro disebut siap…

Kalak BPBD : Bencana Longsor Paling Banyak Terjadi - Sampai dengan Juli, Terjadi 116 Kejadian Bencana di Kota Sukabumi

NERACA Sukabumi - Bencana tanah longsor paling banyak terjadi di Kota Sukabumi, berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)…

BERITA LAINNYA DI Ekonomi Daerah

Untuk Menahan Inflasi Yang Tinggi, Sektor Ekonomi Harus Segera Dipulihkan - KABUPATEN KUNINGAN

NERACA Kuningan - Jika tidak mau terjadi tingginya inflasi maka sektor ekonomi harus segera dipulihkan paska Pandemi Covid-19, termasuk pemulihan…

Bantuan Produktif Usaha Mikro Rp2,4 Juta Mulai Dicairkan 17 Agustus 2020

NERACA Jakarta - Program bantuan produktif untuk usaha mikro yang diberikan sebesar Rp2,4 juta kepada pelaku usaha mikro disebut siap…

Kalak BPBD : Bencana Longsor Paling Banyak Terjadi - Sampai dengan Juli, Terjadi 116 Kejadian Bencana di Kota Sukabumi

NERACA Sukabumi - Bencana tanah longsor paling banyak terjadi di Kota Sukabumi, berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)…