OJK Perkuat Komitmen dengan FSC Korea - Keuangan Digital

 

 

 

NERACA

 

Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Korea Financial Services Commision (FSC) sepakat untuk meningkatkan kerja sama di sektor jasa keuangan dalam menghadapi era transformasi keuangan digital. Kesepakatan tersebut terangkum dalam acara "Indonesia-Korea financial Cooperation Forum" yang digelar OJK bekerjasama dengan Korea FSC dan Council on International Financial Cooperation (CIFC) di Jakarta, Selasa (10/9).

Terkait kesepakatan ini, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Nurhaida mengingatkan pentingnya keseimbangan dalam mendorong inovasi di sektor jasa keuangan sekaligus memitigasi risiko yang dapat ditimbulkan. "Perkembangan teknologi merupakan suatu keniscayaan, sehingga penting bisa memanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi kerugian yang bisa muncul," katanya.

Menurut dia, OJK terbuka terhadap kerja sama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kapasitas sektor jasa keuangan Indonesia serta memanfaatkan teknologi dalam layanan jasa keuangan. Selain itu, OJK dan Korea FSC juga sepakat untuk meningkatkan hubungan, termasuk melalui forum diskusi, mengingat forum-forum ini sangat efektif dalam menjawab kebutuhan industri jasa keuangan di kedua negara.

Forum ini membahas dua tema dalam perkembangan teknologi di sektor jasa keuangan yaitu perkembangan fintech dan masa depan industri jasa keuangan serta peran teknologi di sektor perbankan, IKNB dan pasar modal. Dalam forum yang dihadiri sekitar 150 pemangku kepentingan di sektor jasa keuangan kedua negara tersebut, juga diselenggarakan pertemuan bilateral antara OJK dengan Korea FSC.

Pertemuan itu dihadiri Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso, Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non-Bank Riswinandi serta Vice Chairman Korea FSC Byungdoo Sohn dan delegasi. Wimboh menyampaikan bahwa teknologi berbasis finansial (tekfin) dapat menjadi solusi untuk meningkatkan akses layanan jasa keuangan di daerah-daerah.

 

BERITA TERKAIT

Bank Dunia Kucurkan Rp3,75 Triliun untuk Atasi Covid19 di Indonesia

    NERACA Jakarta – Dewan Direktur Eksekutif Bank Dunia menyetujui pendanaan 250 juta dolar AS atau sekitar Rp3,75 triliun…

BNI Andalkan Jaringan Agen46 Saat New Normal

    NERACA Jakarta – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk mengandalkan jaringan agen46 atau layanan keuangan tanpa kantor, bagi…

LPS Turunkan Bunga Penjaminan

    NERACA Jakarta – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) melalui Rapat Dewan Komisioner (RDK) pada Rabu (27/5) menetapkan penurunan tingkat…

BERITA LAINNYA DI Jasa Keuangan

Bank Dunia Kucurkan Rp3,75 Triliun untuk Atasi Covid19 di Indonesia

    NERACA Jakarta – Dewan Direktur Eksekutif Bank Dunia menyetujui pendanaan 250 juta dolar AS atau sekitar Rp3,75 triliun…

BNI Andalkan Jaringan Agen46 Saat New Normal

    NERACA Jakarta – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk mengandalkan jaringan agen46 atau layanan keuangan tanpa kantor, bagi…

LPS Turunkan Bunga Penjaminan

    NERACA Jakarta – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) melalui Rapat Dewan Komisioner (RDK) pada Rabu (27/5) menetapkan penurunan tingkat…