Sumber Mata Air PDAM Sukabumi Menyusut Drastis

Sumber Mata Air PDAM Sukabumi Menyusut Drastis 

NERACA

Sukabumi - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bumi Wibawa (TBW) Kota Sukabumi khawatir jika musim kemarau akan terus berlanjut sampai akhir tahun nanti. Pasalnya, kemarau yang sudah melanda beberapa bulan ini, tiga sumber mata air yang ada debit airnya sudah menyusut mencapai 50 persen lebih.

Kondisi tersebut tentu saja pihak perusahaan daerah tersebut harus melakukan sistem pergiliran pemasokan air kepada pelanggan."Sebetulnya pada saat musim penghujan pun ada beberapa daerah yang menerima pasokan kurang dari 8 jam. Nah pada musim kemarau ini daerah yang menerima pasokan kurang dari 8 jam ini bertambah. Bahkan ada wilayah yang hanya menerima 1 jam saja," ujar Direktur Utama PDAM TBW Kota Sukabumi, Abdul Kholik, Senin (9/9).

Abdul menjelaskan, tiga sumber air PDAM tersebut, yakni debit air pada sumber mata air Cinumpang, yang biasanya pada waktu normal mencapai 250 liter per detik kini menjadi 100 liter per detik, sumber mata air permukaan Cigadog, pada waktu normal debitnya mencapai 50 liter per detik menjadi 26 liter per detik dan sumber mata air Batu Karut di Selaawi, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi. Pada kondisi normal mencapai sekitar 150 liter per detik, namun sekerang menjadi 64 liter per detik."Saat ini terus mengalami penurunan setiap bulannya. Namun kita berharap ini menjadi kemarau terakhir yang kondisinya seperti sekarang ini," ujarnya.

Abdul menambahkan, jika saat ini pihaknya akan terus memaksimalkan pelayanan dengan cara mengaktifkan sumber air yang ada dan memperbaiki sarana di sumber air, agar pasokan ke warga dapat kembali lancar."Kita memiliki 8 sumber bor, dan sebagianya sudah kita aktifkan, sebagianya segera diproses," ungkapnya.

Selain itu, lanjut Abdul, PDAM TBW juga tengah mengupayakan menambah sumber air baku untuk produksi air, dan berusaha untuk menekan angkan kebocoran air."Kita akan lakukan studi, datangkan ahli. Intinya kita tidak diam dengan kondisi saat ini, kita berupaya untuk memaksimalkan pelayanan. Dan tentunya ini memerlukan dorongan dari berbagai pihak," pungkasnya. 

Sebelumnya diwartakan, Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Bumi Wibawa (PDAM-TBW) Kota Sukabumi berusaha akan meningkatkan ketersediaan air demi melayani pelanggan. Terutama di saat musim kemarau."Ini yang harus kita kerjakan untuk tetap bisa melayani pelanggan," ujar Direktur PDAM TBW Kota Sukabumi Abdul Kholik kepada Neraca usai rapat di Gedung DPRD Kota Sukabumi, Senin (1/7).

Abdul mengakui, jika ketersediaan air baku dengan tingkat pelayanan saat ini benar-benar sangat mepet. Artinya lanjut Abdul, harus secepatnya bergerak menambah kapasitas air baku untuk meningkatkan cakupan pelayanan. Salah satu upayanya harus mengejar ke pemerintah pusat tentang kebutuhan air baku di Kota Sukabumi."Jangan bicara pelayanan, kalau air bakunya juga tidak tersedia," ujar Abdul yang baru dilantik belum lama ini. Arya

 

 

BERITA TERKAIT

Kowani Gelar Rapid Test, 25 Orang Positif Covid-19

Jakarta-Kongres Wanita Indonesia (Kowani) selama tiga hari berturut-turut (28-30 Mei 2020) menggelar acara rapid test gratis bagi semua masyarakat termasuk…

Lentera Anak Ajak Masyarakat Kritisi Cara Baru Industri Rokok Memasarkan Rokok dengan Strategi Manipulatif

NERACA   Jakarta – Jumlah perokok anak di Indonesia terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada 2018, berdasarkan Riset…

Tingkatkan Kunjungan Wisatawan, Gilang Widya Pramana Dukung New Normal

NERACA Jakarta - New Normal adalah kebijakan membuka kembali aktivitas ekonomi, sosial dan kegiatan publik secara terbatas dengan menggunakan standar…

BERITA LAINNYA DI Ekonomi Daerah

Kowani Gelar Rapid Test, 25 Orang Positif Covid-19

Jakarta-Kongres Wanita Indonesia (Kowani) selama tiga hari berturut-turut (28-30 Mei 2020) menggelar acara rapid test gratis bagi semua masyarakat termasuk…

Lentera Anak Ajak Masyarakat Kritisi Cara Baru Industri Rokok Memasarkan Rokok dengan Strategi Manipulatif

NERACA   Jakarta – Jumlah perokok anak di Indonesia terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada 2018, berdasarkan Riset…

Tingkatkan Kunjungan Wisatawan, Gilang Widya Pramana Dukung New Normal

NERACA Jakarta - New Normal adalah kebijakan membuka kembali aktivitas ekonomi, sosial dan kegiatan publik secara terbatas dengan menggunakan standar…