LPE Kota Sukabumi Akan Alami Peningkatan - Nilai Inflasi Agustus Mencapai 1,94 %

LPE Kota Sukabumi Akan Alami Peningkatan

Nilai Inflasi Agustus Mencapai 1,94 %

NERACA

Sukabumi - Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) di Kota Sukabumi diyakini akan alami peningkatan kedepanya. Sebab, saat ini didukung dengan tiga mega proyek besar dari pemerintah pusat. Seperti pembangunan Jalan tol Bocimi, double track Kereta Api, dan Bandara Sukabumi. Hal itu lah menjadi salah satu dukungan dalam mendongkrak perekonomian di Kota Moci tersebut.

Terleapas dari itu juga, berbagai macam program Pemkot Sukabumi yang digulirkan untuk meningkatkan perekonomian terus digaungkan, diantaranya dengan adanya Sukabumi Kelurahan Entrepreneurship Center (Sukabumi Kece). Program tersebut tentunya akan melahirkan wirausaha muda di setiap kelurahan yang nantinya juga akan meningkatkan perekonomian."Berbagai macam program Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi dalam rangka sudut perekonomian terus digaungkan. Salah satunya Sukabumi Kece dan banyaknya pelaku ekonomi kreatif yang ada saat ini," ujar Asisten Daerah (asda) bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Sukabumi Cecep Mansur kepada Neraca, Senin (9/9).

Cecep menambahkan, bukan hanya tiga proyek pemerintah pusat dan Sukabumi Kece yang akan menyumbang terhadap perekonomian di Kota Sukabumi, melainkan adanya pembangunan fly over lingkar luar sukabumi yang belum lama ini pembangunannya di resmikan oleh Gubernur Jawa Barat. Adanya pembangunan jalan tersebut, bukan hanya mengatasi kemacetan saja, melainkan akan mempercepat arus perekonomian."Bayangkan saja jika pembangunan semuanya tuntas dan program daerah juga sesuai harapan, tentu saja LPE kita akan meningkat, meskipun belum tahu ada di angka berapa nantinya," ujarnya.

Disisi lain Cecep juga memaparkan, Dalam Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (ILPPD) Kota Sukabumi tahun 2018 LPE Kota Sukabumi atas dasar harga konstan mampu tumbuh sebesar 5,43 persen. Kota Sukabumi sendiri tambah Cecep, posisi geografisnya relatif dekat dengan Ibu Kota Negara dan Kota Bandung sebagai Ibu Kota Provinsi, menjadi lintasan pergerakan orang dan barang dari dan ke kota-kota tersebut. Hal ini tentunya menjadi peluang untuk mengembangkan perekonomian daerah serta perekonomian masyarakat Kota Sukabumi.

“Kota Sukabumi tidak memiliki sumber daya alam yang dapat diunggulkan, maka dalam menjawab tuntutan atau perkembangan dunia global, upaya pembangunan lebih diarahkan pada pengembangan sumber daya manusia. Sumber daya manusia yang handal akan mampu menghasilkan sesuatu yang berkualitas dan mampu bersaing,” katanya.

Sementara itu berkaitan dengan inflasi Cecep mengungkapkan, jika laju inflasi tahun kalender (year to date) sampai dengan bulan Agustus tahun 2019 sebesar 1,94%. Sedangkan inflasi tahun ke tahun (year on year) pada bulan Agustus 2019 ke bulan Agustus 2018 sebesar 2,62%."Berdasarkan data dari BPS Kota Sukabumi Kota Sukabumi di bulan Agustus alami Inflasi sebesar 1,94%, sedangkan deflasi berada di angka 0,04%," ujarnya.

Cecep mengatakan, jika dijabarkan menurut 7 kelompok pengeluaran, terlihat bahwa 5 kelompok pengeluaran mengalami inflasi dan 2 kelompok lainnya mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi pada kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga yaitu sebesar 2,51%, diikuti kelompok kesehatan sebesar 0,64%, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,31%, kelompok sandang sebesar 0,17 % dan kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,14%."Sedangkan kelompok bahan makanan mengalami deflasi sebesar 1,34% dan kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan mengalami deflasi sebesar 0,06%," pungkasnya. Arya

 

 

 

BERITA TERKAIT

Rekam Jejak Hitam, Keikutsertaan Hyundai di Tuban Menjadi Perhatian

NERACA   Jakarta - Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI), Yusri Usman, menyoroti keikutsertaan Hyundai Engineering Construction…

Bansos Dampak COVID-19 di Banten Tersalurkan Rp21,822 Miliar

NERACA Serang - Penyaluran bantuan sosial (Bansos) program Jaring Pengaman Sosial (JPS) dampak COVID-19 di Provinsi Banten yang bersumber dari…

Distabun Lebak Apresiasi Petani Curugbitung Kembangkan Tanaman Sayuran

NERACA Lebak - Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distabun) Kabupaten Lebak, Banten mengapresiasi petani Curugbitung mengembangkan tanaman sayuran hingga mampu mendongkrak…

BERITA LAINNYA DI Ekonomi Daerah

Rekam Jejak Hitam, Keikutsertaan Hyundai di Tuban Menjadi Perhatian

NERACA   Jakarta - Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI), Yusri Usman, menyoroti keikutsertaan Hyundai Engineering Construction…

Bansos Dampak COVID-19 di Banten Tersalurkan Rp21,822 Miliar

NERACA Serang - Penyaluran bantuan sosial (Bansos) program Jaring Pengaman Sosial (JPS) dampak COVID-19 di Provinsi Banten yang bersumber dari…

Distabun Lebak Apresiasi Petani Curugbitung Kembangkan Tanaman Sayuran

NERACA Lebak - Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distabun) Kabupaten Lebak, Banten mengapresiasi petani Curugbitung mengembangkan tanaman sayuran hingga mampu mendongkrak…