Sampai Akhir Juli, BPSK Kota Sukabumi Terima 14 Kasus

Sampai Akhir Juli, BPSK Kota Sukabumi Terima 14 Kasus

NERACA 

Sukabumi - Jumlah pengadaun konsumen yang masuk ke Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Sukabumi peridoe Januari hingga akhir Juli sebanyak 14 kasus. Jumlah tersebut tergolong alami peningkatan bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya di periode yang sama."Kalau dibandingkan dengan tahun lalu, jumlah pengaduan konsumen hingga akhir juli tahun ini memang alami peningkatan," ujar salah satu anggota BPSK Kota Sukabumi Oscar Lesnusa kepada Neraca, Selasa (20/8).

Adanya peningkatan pengaduan tersebut, kemungkinan besar masyarakat sudah mengetahui fungsi BPSK sendiri. Oscar juga berharap masyarakat menjadi konsumen yang cerdas, sehingga jika ditemukan merugikan konsumen secepatnya laporkan saja."Misalkan ada produk yang beredar, padahal dalam aturan barang tersebut dilarang untuk dijualbelikan, secepatnya masyarakat melapor ke BPSK," terang Oscar.

Sedangkan untuk 14 kasus tersebut lanjut Oscar, 11 diantaranya sudah diputus. Artinya tidak disidangkan, sebab setelah dilakukan media dan konsultasi dengan BPSK kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan sengketanya."Yang 11 kasus tidak disidangkan itu, yaitu 4 kasus masalah leasing, 5 kasus masalah perbankan dan sisanya masalah asuransi dan masalah baranag parabola," bebernya.

Disisi lain Oscar juga menghimbau, agar para konsumen jeli dalam membeli produk. Jika menemukan produk baik itu, makanan, minuman atau produk pakai yang memiliki batas pakai agar dilaporkan ke BPSK.“Konsumen harus cerdas, terutama produk yang berbahaya jika digunakan kalau sudah kadaluarsa. Konsumen juga bisa melaporkan ke BPSK kalau ada produk yang dijual padahal dilarang oleh aturan yang berlaku, seperti miras,” jelasnya.

Disisi lain pihaknya juga mengapresiasi kepada pihak yang diadukan selalu hadir dalam persidangan. Hal ini bukan hanya sebagai bentuk taat aturan, tapi juga kesadaran yang tinggi dari pihak perusahaan atau produsen."Saya sangat apresiasi kepada perusahaan yang diadukan oleh masyarakat, selalu hadir saat musyawarah, mediasi ataupun sidang digelar," pungkas Oscar. Arya

 

BERITA TERKAIT

Peduli Covid-19, Minamas Plantation Bersama Forwatan Bagikan Bantuan Sosial Ke Panti Asuhan

NERACA Jakarta - Forum Wartawan Pertanian (FORWATAN) bersama Minamas Plantation kembali memberikan bantuan sosial kepada  dua Yayasan yatim piatu yaitu…

Menteri LHK Siti Nurbaya : Pemda Berperan Penting Atasi Perubahan Iklim

NERACA Jakarta - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar, mengatakan, pemerintah daerah berperan penting dalam pencapaian target…

35 Koperasi Sudah Dinormalisasi Satgas Waspada Investasi dan Kemenkop

NERACA   Jakarta - Belum lama ini, Kementerian Koperasi dan UKM, Satgas Waspada Investasi, serta Otoritas Jasa Keungan (OJK) merilis…

BERITA LAINNYA DI Ekonomi Daerah

Peduli Covid-19, Minamas Plantation Bersama Forwatan Bagikan Bantuan Sosial Ke Panti Asuhan

NERACA Jakarta - Forum Wartawan Pertanian (FORWATAN) bersama Minamas Plantation kembali memberikan bantuan sosial kepada  dua Yayasan yatim piatu yaitu…

Menteri LHK Siti Nurbaya : Pemda Berperan Penting Atasi Perubahan Iklim

NERACA Jakarta - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar, mengatakan, pemerintah daerah berperan penting dalam pencapaian target…

35 Koperasi Sudah Dinormalisasi Satgas Waspada Investasi dan Kemenkop

NERACA   Jakarta - Belum lama ini, Kementerian Koperasi dan UKM, Satgas Waspada Investasi, serta Otoritas Jasa Keungan (OJK) merilis…