Peneliti : Lima Kecamatan di Lebak Rawan Pangan Akibat Kekeringan

Peneliti : Lima Kecamatan di Lebak Rawan Pangan Akibat Kekeringan  

NERACA

Lebak - Peneliti Rawan Pangan Departemen Geografi FMIPA Universitas Indonesia, Dewi Susilowati mengatakan lima kecamatan di Kabupaten Lebak masuk kategori rawan pangan akibat kekeringan yang melanda daerah itu.

"Kelima kecamatan itu antara lain Malingping, Cihara, Cijaku, Banjarsari dan Gunungkencana," kata dia saat menggelar "Focus Grup Discussion" atau FGD Pemetaan Wilayah Kekeringan dan Rawan Pangan berlangsung di Aula Multatuli Sekertariat Daerah Kabupaten Lebak, Kamis (1/8).

Penelitian di lima kecamatan tersebut dilakukan sejak 2018 dengan menggunakan berbagai metode, diantaranya proses penelitian curah hujan harian dan Citra Landsat 8 untuk wilayah kekeringan. Disamping juga metode pengumpulan data berdasarkan aspek ketersediaan pangan, akses pangan dan pemanfaatan pangan untuk wilayah rawan pangan.

Dengan demikian, lima kecamatan tersebut harus menjadikan skala prioritas penanggulangan kekeringan. Apabila, kekeringan tidak cepat ditangani maka berpotensi kerawanan pangan."Kami berharap pemerintah daerah jika terjadi kemarau panjang maka lima kecamatan itu menjadikan skala prioritas penanggulangan kekeringan," sebut dia.

Sementara Bupati Lebak, Iti Octavia mengatakan kekeringan yang terjadi saat ini akibat meningkatnya dampak perubahan iklim sehingga berpotensi kerawanan pangan. Pemerintah daerah perlu untuk melindungi dan memperkuat penduduk yang rentan dalam mengatasi dampak dan beradaptasi terhadap kekeringan.

"Kami berharap hasil penelitian itu harus menjadikan penanganan serius agar tidak menimbulkan kerawanan pangan," ujar dia.

Bupati mengemukakan sebetulnya untuk menanggulangi kekeringan dan rawan pangan bukan hanya dilakukan oleh perangkat daerah melalui program serta kebijakan. Namun, perlu didukung pemberdayaan masyarakat untuk membangun daya saing juga mendorong, memotivasi dan membangkitkan kesadaran untuk mengelola pembangunan desa secara mandiri, berkesinambungan dan bebas dari kemiskinan.

"Kami berharap apa yang kita laksanakan hari ini dapat bermanfaat bagi semua pihak dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tambah dia. Ant

 

BERITA TERKAIT

Kowani Gelar Rapid Test, 25 Orang Positif Covid-19

Jakarta-Kongres Wanita Indonesia (Kowani) selama tiga hari berturut-turut (28-30 Mei 2020) menggelar acara rapid test gratis bagi semua masyarakat termasuk…

Lentera Anak Ajak Masyarakat Kritisi Cara Baru Industri Rokok Memasarkan Rokok dengan Strategi Manipulatif

NERACA   Jakarta – Jumlah perokok anak di Indonesia terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada 2018, berdasarkan Riset…

Tingkatkan Kunjungan Wisatawan, Gilang Widya Pramana Dukung New Normal

NERACA Jakarta - New Normal adalah kebijakan membuka kembali aktivitas ekonomi, sosial dan kegiatan publik secara terbatas dengan menggunakan standar…

BERITA LAINNYA DI Ekonomi Daerah

Kowani Gelar Rapid Test, 25 Orang Positif Covid-19

Jakarta-Kongres Wanita Indonesia (Kowani) selama tiga hari berturut-turut (28-30 Mei 2020) menggelar acara rapid test gratis bagi semua masyarakat termasuk…

Lentera Anak Ajak Masyarakat Kritisi Cara Baru Industri Rokok Memasarkan Rokok dengan Strategi Manipulatif

NERACA   Jakarta – Jumlah perokok anak di Indonesia terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada 2018, berdasarkan Riset…

Tingkatkan Kunjungan Wisatawan, Gilang Widya Pramana Dukung New Normal

NERACA Jakarta - New Normal adalah kebijakan membuka kembali aktivitas ekonomi, sosial dan kegiatan publik secara terbatas dengan menggunakan standar…