HUT Ke 23, Miracle Luncurkan Konsep Baru

NERACA

Jakarta - Industri estetika di Indonesia semakin berkembang pesat. Hal itu dibuktikan dengan semakin banyaknya orang yang mendatangi klinik kecantikan untuk menyempurnakan penampilan. Selain itu juga, adanya kenaikan permintaan perawatan kecantikan dengan prosedur minimal invasif atau non bedah lima terakhir.

Sebagai klinik kecantikan, Miracle Aesthetic menyadari bahwa kecantikan datangnya dari dalam. Bahkan, berdasarkan data dari Miracle Aesthetic Clinic menyebutkan dari 2014 hingga 2018 terjadi kenaikan tinggi tindakan face reshaping dari 60 ribu menjadi 100 ribu tindakan. Sementara tindakan laser naiknya sedikit dari 20 ribu menjadi 40 ribu tindakan.

Tren kenaikan tindakan face reshaping ini, membuat Miracle Aesthetic Clinic meluncurkan metodelogi baru dalam menangani konsumen yaitu The Science of Facial Architecture. Founder and President Director of Miracle Aesthetic Clinic Group dr. Lanny Juniarti menjelaskan metodologi baru itu.

"Kami menggabungkan antara science dan art menjadi pedoman para dokter untuk memberikan hasil estetika terbaik secara aman, konsisten dan bertahan lama. Metode ini diaplikasikan secara bertahap dengan mengintegrasikan perawatan injectables dan fasilitas teknologi canggih. Goal nya adalah menghasilan versi terbaik dari konsumen kita sehingga memberikan dampak yg positif," ungkap Lanny dalam peluncuran metodologi baru itu di Jakarta, Kamis (25/7).

Dengan mengandalkan art dan teknologi, beberapa klinik Miracle juga dilengkapi dengan teknologi canggi yaitu 3D System Camera untuk menganalisa dan simulasi kulit wajah. "Teknologi ini memungkinkan wajah bisa disimulasikan mana yang perlu ditambah dan mana yang perlu dikurangi," katanya, sambil menambahkan teknologi 3D System Camera ini baru ada di klinik Miracle, Mampang Jakarta, Surabaya dan Bali..

Di dalam metode The Science of Facial Architecture ini, dokter akan melakukan 3 tahapan proses pembentukan wajah. Tahapannya adalah memperbaiki struktur kulit untuk memperkuat fondasi wajah terlebih dahulu. Setelah itu, dilakukan tahapan memperbaiki kontur wajah agar memiliki tampilan wajah 3D yang lebih simetris, proporsional, dan ideal. Tahapan yang ketiga adalah bertujuan untuk menyempurnakan detail-detail, dan harmonisasi setiap bagian wajah sehingga hasil akhirnya adalah tampilan wajah yang lebih artistik.

Miracle percaya bahwa dengan metodologi yang holistik dan dilakukan secara bertahap berdasarkan The Science of Facial Architecture, setiap dokter Miracle dari setiap cabang akan mampu memberikan hasil pembentukan wajah yang aman, konsisten dan bertahan lama. Sehingga setiap pelanggan dapat tampil dengan versi terbaiknya, tampil lebih percaya diri dan menarik, yang akan meningkatkan kualitas kehidupan sosialnya.

BERITA TERKAIT

Program Hukum Humaniter Indonesia Didukung Palang Merah Internasional

    NERACA   JENEWA – Pada Konferensi Palang Merah dan Bulan Sabit Merah yang diselenggarakan pada 9 hingga 12…

Penerimaan Pajak 2019 Diakui DJP Cukup Berat

    NERACA   Jakarta - Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Suryo Utomo menyebutkan pertumbuhan penerimaan pajak 2019 cukup berat…

Pemerintah Pastikan Dorong Pembiayaan dari SBN Domestik di 2020

    NERACA   Jakarta - Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman memastikan pemerintah akan mendorong…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Dunia Usaha Berharap Banyak dengan Omnibus Law

      NERACA   Jakarta - Kamar Dagang dan Industri Indonesia atau Kadin menyebutkan bahwa para pelaku usaha dan…

Atasi Defisit BPJS Kesehatan, Menkes Tawarkan Tiga Alternatif

    NERACA   Jakarta - Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menawarkan tiga alternatif untuk mengatasi permasalahan defisit anggaran Badan…

Taiwan Optimis Tingkatkan Penjualan di TIBS 2020

    NERACA   Jakarta - Perhelatan Taiwan International Boat Show (TIBS) akan kembali digelar pada 12-15 Maret 2020 di…