KOTA SUKABUMI - Pembahasan KUA-PPAS APBD Perubahan 2019 Mulai Dibahas

KOTA SUKABUMI

Pembahasan KUA-PPAS APBD Perubahan 2019 Mulai Dibahas

NERACA

Sukabumi - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sukabumi Yunus Suhandi mengatakan, pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan anggaran tahun 2019 mulai dibahas.

Rencananya lanjut Yunus, KUA-PPAS tersebut akan dibahas oleh Badan Anggaran (Banggar) DPRD setempat besok (hari ini)."Berdasarkan agenda, akan dibahas besok (hari ini) dengan mengundang TAPD dan SKPD," terang Yunus, Rabu (10/7).

Yunus mengatakan, berdasarkan draft yang masuk, ada beberapa point yang menjadi perbincangan rekan-rekan di Banggar. Yakni, tentang usulan pengadaan kendaraan untuk KONI."Teman-teman sempet menanyakan usulan tersebut," ujar Yunus.

Tapi, jika memang benar-benar dibutuhkan untuk mendukung kemajuan KONI, kenapa tidak disetujui saja. Namun, jika ususlan itu kurang bagus, kemungkinan rekan-rekan akan dialihkan ke sisi yang lain. Misalkan anggaran tersebut lebih baik digunakan untuk pengcab-pengcab yang melatih atlit."Yang jelas tetap untuk lembaga itu juga," kata Yunus.

Disisi lain, Yunus juga mengungkapkan jika pembahasan KUA-PPAS APBD perubahan tahun 2019 ini tergolong terlambat. Tapi, dirinya optimis jika pembahasanya bisa tuntas pada akhir Juli ini."Kita akan inten terhadap pembahasan perubahan ini. Sehingga target sesuai dengan yang diharapkan," tuturnya.

Selain itu juga mengenai pembahasanya harus dilakukan oleh dewan periode 2014-2019 sekarang. Bukan berarti dewan yang akan datang tidak mampu, melainkan terbentur waktu."Kalau dibahas oleh dewan yang akan datang tentunya tidak mungkin secepat yang dibayangkan, sebab setelah pasca pelantikan perlu adanya pembahasan alat kelengkapan dewan (AKD) yang membutuhkan waktu yang lama," pungkasnya. Arya

 

BERITA TERKAIT

Kowani Gelar Rapid Test, 25 Orang Positif Covid-19

Jakarta-Kongres Wanita Indonesia (Kowani) selama tiga hari berturut-turut (28-30 Mei 2020) menggelar acara rapid test gratis bagi semua masyarakat termasuk…

Lentera Anak Ajak Masyarakat Kritisi Cara Baru Industri Rokok Memasarkan Rokok dengan Strategi Manipulatif

NERACA   Jakarta – Jumlah perokok anak di Indonesia terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada 2018, berdasarkan Riset…

Tingkatkan Kunjungan Wisatawan, Gilang Widya Pramana Dukung New Normal

NERACA Jakarta - New Normal adalah kebijakan membuka kembali aktivitas ekonomi, sosial dan kegiatan publik secara terbatas dengan menggunakan standar…

BERITA LAINNYA DI Ekonomi Daerah

Kowani Gelar Rapid Test, 25 Orang Positif Covid-19

Jakarta-Kongres Wanita Indonesia (Kowani) selama tiga hari berturut-turut (28-30 Mei 2020) menggelar acara rapid test gratis bagi semua masyarakat termasuk…

Lentera Anak Ajak Masyarakat Kritisi Cara Baru Industri Rokok Memasarkan Rokok dengan Strategi Manipulatif

NERACA   Jakarta – Jumlah perokok anak di Indonesia terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada 2018, berdasarkan Riset…

Tingkatkan Kunjungan Wisatawan, Gilang Widya Pramana Dukung New Normal

NERACA Jakarta - New Normal adalah kebijakan membuka kembali aktivitas ekonomi, sosial dan kegiatan publik secara terbatas dengan menggunakan standar…