Garap Pameran di Dubai - Dyandra Raup Cuan di Pasar Internasional

NERACA

Jakarta – Menunjukkan eksistensinya di dunia internasional, PT Dyandra Media International Tbk (DYAN), melalui entitas anak PT Samudra Dyan Praga tengah menyiapkan keikutsertaan Indonesia di Expo 2020, Dubai, UAE dalam mengembangkan pasar berskala internasional di bidang perdagangan, pariwisata dan investasi.

Adrian Herlambang, Direktur Utama DYAN dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (9/7) mengatakan, keterlibatan di pameran internasional Dubai merupakan salah satu rencana bisnis jangka menengah perseroan untuk kembali go international, “Keterlibatan Dyandra Group juga dimaksudkan untuk menjaga agar tetap jadi market leader di industri MICE yang tidak hanya meningkatkan corporate image, tapi juga untuk meningkatkan kepercayaan stakeholder terhadap korporasi,”ujarnya.

Expo 2020, Dubai, Uni Emirat Arab diselenggarakan selama 173 hari, mulai tanggal 20 Oktober 2020 – 10 April 2021 di kawasan Dubai Selatan (Dubai South district) dengan luas area mencapai 438 hektare. Expo terbesar di dunia tersebut akan menampilkan exhibitor lebih dari 180 negara yang berpartisipasi dan jutaan pengunjung dari seluruh dunia. Akhir pekan lalu, Dyandra Promosindo memulai pameran dan konferensi waralaba International Franchise, License & Business Concept Expo & Conference (IFRA) 2019 yang resmi dibuka oleh Karyanto Suprih, Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan.

Pameran tersebut menampilkan ratusan peluang bisnis waralaba yang akan berlangsung hingga Minggu, 7 Juli 2019 di JCC dan diikuti oleh sekitar 180 perusahaan dengan lebih dari 300 merek. Sebagai informasi, tahun ini DYAN menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 5%. Target tersebut cukup konservatif karenan mempertimbangkan moment politik, dimana penyelenggara acara masih wait and see dan baru akan melakukan kegiatan setelah pemilu.

Maryamto Sunu, Sekretaris Perusahaan DYAN pernah bilang, tahun lalu pendapatan konsolidasi sekitar Rp 1,01 triliun dan tahun ini target perseroan tidak terlalu muluk yakni sebesar Rp 1,06 triliun atau tumbuh sekitar 5% saja. Sepanjang tahun 2018 lalu Dyandra Group berhasil menangani 72 event.

Untuk tahun ini, Dyandra akan melakukan empat poin penting yakni transfirmasi digital marketing yang memanfaatkan big data, meningkatkan customer tools, pengembangan pasar baru atau pasar international melalui anak usaha yang akan melakukan penjajakan ke Vietnam, serta meningkatkan operasional baik dari sumber daya manusia hingga sertifikasi.

Ditanya soal nilai belanja modal atau capital expenditure yang akan dialokasikan tahun ini, Sunu masih enggan buka-bukaan. "Untuk angka pastinya saya belum bisa disclose yang pasti akan disesuaikan dengan kebutuhan," ujarnya.

 

BERITA TERKAIT

Uni Charm Bukukan Rugi Rp 131,35 Miliar

NERACA Jakarta- Berbalik dengan pencapaian kinerja keuangan sepanjang tahun 2019 yang berhasil membukukan laba bersih tumbuh 95,13%, PT Uni-Charm Indonesia…

Kebal dari Covid-19 - Indofood Raup Untung Rp 1,40 Triliun

NERACA Jakarta – Bisnis PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) tahan banting terhadap pandemi Covid-19 di kuartal pertama tahun ini.…

Medco Energi Bukukan Rugi US$ 27, 34 Juta

NERACA Jakarta – Di balik ambisinya mengakuisisi perusahaan migas Australia Ophir Energy Plc, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) belum…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Uni Charm Bukukan Rugi Rp 131,35 Miliar

NERACA Jakarta- Berbalik dengan pencapaian kinerja keuangan sepanjang tahun 2019 yang berhasil membukukan laba bersih tumbuh 95,13%, PT Uni-Charm Indonesia…

Kebal dari Covid-19 - Indofood Raup Untung Rp 1,40 Triliun

NERACA Jakarta – Bisnis PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) tahan banting terhadap pandemi Covid-19 di kuartal pertama tahun ini.…

Medco Energi Bukukan Rugi US$ 27, 34 Juta

NERACA Jakarta – Di balik ambisinya mengakuisisi perusahaan migas Australia Ophir Energy Plc, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) belum…