Tawarkan Kupon 8,825% - Perum Perumnas Rilis MTN Rp 175 Miliar

NERACA

Jakarta –Cari pendanaan di pasar modal, Perum Perumnas sebagai calon induk holding Badan Usaha Milik Negara Perumahan dan pengembangan kawasan melakukan penerbitan surat utang jangka menengah atau medium term notes dengan jumlah pokok Rp175 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan seperti dikutip dalam laman PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) di Jakarta, kemarin.

Perseroan telah melakukan distribusi secara elektronik medium term notes (MTN) VII Perum Perumnas Tahun 2019 Seri A pada 4 Juli 2019. Jumlah pokok yang diemisi perseroan senilai Rp175 miliar. Surat utang itu dibanderol dengan kupon tetap 8,825% dan tenor 370 hari kalender. Frekuensi pembayaran bunga setiap tiga bulan dengan pembayaran bunga pertama pada 4 Oktober 2019.

Dalam emisi itu, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. bertindak sebagai agen pemantau dan/atau agen jaminan. KSEI mencatat, Perum Perumnas memiliki dua MTN yang akan jatuh tempo pada semester II/2019. Pertama, MTN II Perum Perumnas Tahun 2015 Seri A dengan jumlah pokok Rp155 miliar pada 7 Juli 2019.

Kedua MTN V Perum Perumnas Tahun 2015 dengan jumlah pokok Rp75 miliar pada 1 Desember 2019. Seperti diketahui, holding BUMN perumahan dan pengembangan kawasan (PPK) akan beranggotakan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk., PT PP (Persero) Tbk., PT Virama Karya (Persero), PT Amarta Karya (Persero), PT Indah Karya (Persero) dan PT Bina Karya (Persero) dengan Perum Perumnas sebagai induk.

Dua calon anggota yang berstatus perusahaan Tbk., Wijaya Karya dan PP, telah mengantongi izin pemegang saham untuk melepas status Persero dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) beberapa waktu lalu. Nantinya, keputusan rapat itu akan berlaku begitu Peraturan Pemerintah (PP) terkait pembentukan holding  diterbitkan.

Sebagai informasi, tahun ini Perum Perumnas menargetkan nilai pendapatan pra penjualan atau marketing sales pada 2019 sekitar Rp 3,5 triliun hingga Rp 4 triliun. Direktur Korporasi dan Pengembangan Bisnis Perumnas, Galih Prahananto pernah bilang, target dalam jumlah besar tersebut seiring dengan jumlah proyek berjalan dan yang akan diluncurkan pada 2019 cukup banyak. Proyek yang diluncurkan Perumnas pada 2019 dipastikan masih akan tetap berfokus pada segmentasi menengah bawah. 

Perum Perumnas juga akan mengembangkan proyek hunian tapak yang berdekatan dengan kawasan industri di Purwakarta dan Cicalengka. Adapun, proyek rumah tapak di Purwakarta akan dibangun di atas lahan seluas 40 hektare sedangkan pada proyek rumah tapak di Cicalengkan akan dibangun di atas lahan seluas 50 hektare.

 

BERITA TERKAIT

Dampak Penerapan PSAK 73 - Rasio Utang IPCC Ikut Membengkak Jadi 0,79 Kali

NERACA Jakarta – Penerapan Pernyataan Standar Akutansi Keuangan (PSAK) 73 memberikan dampak terhadap gambaran laporan keuangan emiten, mulai perolehan laba…

Danai Proyek MNC Lido City - Lagi, PT MNC Land Gelar Private Placement

NERACA Jakarta – Menyusul beberapa perusahaan grup MNC yang merencanakan penambahan modal lewat private placement, rupanya langkah yang sama juga…

Hindari Potensi Rugi Besar - Investor Jangan Panik Dalam Situasi Krisis

NERACA Jakarta-  Berinvestasi di pasar modal harus mempertimbangkan berbagai hal dalam memburu cuan. Namun hal yang patut diperhatikan adalah sikap…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Dampak Penerapan PSAK 73 - Rasio Utang IPCC Ikut Membengkak Jadi 0,79 Kali

NERACA Jakarta – Penerapan Pernyataan Standar Akutansi Keuangan (PSAK) 73 memberikan dampak terhadap gambaran laporan keuangan emiten, mulai perolehan laba…

Danai Proyek MNC Lido City - Lagi, PT MNC Land Gelar Private Placement

NERACA Jakarta – Menyusul beberapa perusahaan grup MNC yang merencanakan penambahan modal lewat private placement, rupanya langkah yang sama juga…

Hindari Potensi Rugi Besar - Investor Jangan Panik Dalam Situasi Krisis

NERACA Jakarta-  Berinvestasi di pasar modal harus mempertimbangkan berbagai hal dalam memburu cuan. Namun hal yang patut diperhatikan adalah sikap…