Tanah Laut Raup Untung Rp 603,255 Miliar

NERACA

Jakarta - Kuartal pertama 2019, PT Tanah Laut Tbk (INDX) mencatatkan laba bersih senilai Rp603,255 juta atau membaik dibandingkan periode yang sama tahun 2018 yang tercatat rugi bersih sebesar Rp2,573 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Dalam laporan keuangan disebut, perseroan membukukan pendapatan sepanjang kuartal I 2019 sebesar Rp1,2 miliar. Padahal pada kuartal I tahun 2018, perseroan tercatat tidak membukukan pendapatan. Tetapi, beban pendapatan tercatat nol pada akhir kuartal I 2019, sedangkan periode yang sama tahun 2018 lalu, tercatat sebesar Rp1,46 miliar.  

Pada sisi ekuitas, tercatat sebesar Rp55,945 miliar atau naik 4,24% dibanding akhir tahun 2017 yang tercatat sebesar Rp53,66 miliar. Sedangkan kewajiban perseroan tercatat senilai Rp1,216 miliar atau mengalami peningkatan 254,51% dibanding akhir tahun 2018 yang tercatat senilai Rp343,566 juta.  Sementara aset perseroan tercatat Rp57,16 miliar atau naik 5,85% dibanding akhir tahun 2018 yang tercatat senilai Rp54,006 miliar.

Sebagai informasi, saat ini perseroan tengah bersiap merubah haluan segmen bisnis dari perkapalan ke industri lain. Hal tersebut lantaran perseroan telah mendapat persetujuan untuk melepas PT Pelayaran Indx Lines (PT PIL). Gracias Vitho Christo, Finance, Accounting & Tax Manager PT Tanah Laut Tbk pernah bilang, pelepasan PT PIL lantaran kasus pajak yang menghampiri. Untuk segmen bisnis lainnya tersebut, dia mengungkapkan akan fokus pada infrastruktur.

Hanya saja, infrastruktur yang dimaksud merupakan persewaan gedung. Oleh sebab itu, dalam waktu dekat pihaknya juga akan menggelar kembali rapat umum pemegang saham luar biasa terkait perubahan kegiatan usaha. Tahun ini sendiri, perseroan telah memulainya dengan membangun satu gedung, yakni Gedung HRH di daerah Lebak Bulus pada Febuari lalu. Diharapkan gedung tersebut dapat selesai pada Agustus ini.

Gedung seluas 1.172 m2 nantinya akan digunakan untuk kantor perseroan dan sisanya akan disewakan. Namun untuk berapa spot yang disediakan, lanjutnya, perseroan belum tahu menunggu seberapa banyak permintaan dari luar. Terkait investasi atas pembangunan gedung tersebut, Vito merahasiakannya. Hanya saja, dari proyek itu perseroan berharap dapat menekan biaya administrasi perseroan.

Selain fokus pada penyelesaian gedung, INDX juga akan terus berupaya mempercepat proses perizinan pelabuhan Tanjung Api-Api di Palembang. Dirinya berharap izin didapatkan pada tahun depan sehingga dalam jangka waktu 3-5 tahun ke depan proyek pelabuhan juga dapat berjalan.

BERITA TERKAIT

Unjuk Gigi di Pasar Internasional - WIKA Kebut Tiga Proyek Luar Negeri Tahun Ini

NERACA Jakarta – Terkena dampak pandemi Covid-19, beberapa proyek konstruksi PT Wiajaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) sempat terhenti dan termasuk…

Hartadinata Bagikan Dividen Rp 36,8 Miliar

NERACA Jakarta – Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) memutuskan untuk membagikan dividen untuk tahun…

Pendapatan Madusari Murni Tumbuh 23%

NERACA Jakarta – Sampai dengan semester pertama 2020, PT Madusari Murni Indah Tbk (MOLI) mencatatkan pendapatan Rp 672,7 miliar atau…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Unjuk Gigi di Pasar Internasional - WIKA Kebut Tiga Proyek Luar Negeri Tahun Ini

NERACA Jakarta – Terkena dampak pandemi Covid-19, beberapa proyek konstruksi PT Wiajaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) sempat terhenti dan termasuk…

Hartadinata Bagikan Dividen Rp 36,8 Miliar

NERACA Jakarta – Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) memutuskan untuk membagikan dividen untuk tahun…

Pendapatan Madusari Murni Tumbuh 23%

NERACA Jakarta – Sampai dengan semester pertama 2020, PT Madusari Murni Indah Tbk (MOLI) mencatatkan pendapatan Rp 672,7 miliar atau…