Rencanakan Akuisisi Hotel - Hotel Fitra Kaji Obligasi dan Rights Issue

NERACA

Jakarta –Resmi mencatatkan saham perdananya di pasar modal pada awal Juni 2019, PT Hotel Fitra International Tbk (FITT) langsung geber ekspansi bisnisnya dengan berencana menjajaki kerjasama operasi manajemen hotel hingga take over beberapa perusahaan hotel melati di Majalengka. Langkah ini untuk meningkatkan kinerja perusahaan.

Direktur Utama PT Hotel Fitra International Tbk, Joni Rizal mengatakan, guna mendanai ekspansi bisnisnya perseroan berencana mencari pendanaan di pasar modal baik itu penerbitan obligasi atau rights issue,”Untuk aksi korporasi tersebut belum bisa disebutkan nilainya karena masih dikaji,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Disampaikannya, dari sejumlah opsi ekspansi bisnis perseroan adalah skala prioritas mengelola hotel management selain mengambil alih atau akuisisi. Joni Rizal mengatakan, ada lima hotel kelas melati di Majalengka yang memiliki jumlah kamar di bawah 50. Bukan tidak mungkin ke depan, Hotel Fitra menjadi operator hotel-hotel tersebut melalui kerja sama manajemen hotel. "Kita siapkan administrasi dan pengembangan informasi teknologinya. Mereka yang bangun hotel, kita yang kelola," katanya.

PT Hotel Fitra International yang didirikan pada 2014 mulai mengoperasikan (grand opening) Hotel Fitra International pada 2017 dengan 113 kamar. Pada 2018, perusahaan resmi mengakuisisi PT Bumi Majalengka Permai (BPM) dan PT Fitra Amanah Wisata (FAW) di bisnis tour and travel. Hotel Fitra juga satu-satunya hotel bintang di Majalengka.

Selain kerja sama operasi, kata Joni Rizal, ke depan Hotel Fitra juga berencana membangun hotel sejenis di daerah berkembang di daerah. "Kita membidik kabupaten yang berkembang pariwisatanya, jadi bukan ekspansi ke kota besar," kata Joni Rizal.

Hotel Fitra International kata dia, menargetkan pendapatan hingga akhir tahun ini akan meningkat 112 persen menjadi Rp 17 miliar dari tahun 2018 sebesar Rp 8,07 miliar. Adapun pendapatan hingga April 2019 mencapai Rp 2,7 miliar, atau naik 30% dari periode yang sama tahun sebelumnya menyusul sejumlah penerbangan di Bandara International Kertajati. Selain Kertajati, prospek di Majalengka cukup bagus karena adanya Tol Cipali dan akses kereta api dari Jakarta-Cirebon.

Pada debut perdana di pasar modal, saham PT Hotel Fitra International Tbk dibuka langsung menyentuh batas atas (autorejection) atau naik 71 poin (69,61 persen) ke posisi Rp 173 per saham dari harga penawaran Rp 102 per saham. Pada saat IPO, pemilik Fitra Hotel Majalengka ini melepas 220 juta lembar atau 36,67% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Sehingga, perusahaan mengantongi dana Rp 22,4 miliar dari aksi tersebut. Perseroan telah menunjuk penjamin pelaksana emisi efek (lead underwriter) yaitu PT Lotus Andalan Sekuritas.

Bersamaan dengan IPO ini, perusahaan memberikan pemanis (sweetener) dengan menerbitkan sebanyak 132 juta Waran Seri I atau setara 34,73% dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor perusahaan. Waran ini diberikan cuma-cuma kepada pemegang saham perusahaan dengan rasio setiap pemegang 5 saham mendapatkan 3 waran, dengan harga pelaksanaan Rp 138 per saham.

BERITA TERKAIT

Mewujudkan Rumah Impian Lewat KPR Syariah Milenial

    Milenial selalu menjadi topik yang menarik karena profil generasi milenial Indonesia ada beberapa ciri, yaitu dekat dengan media…

Sikapi Kasus Sinarmas AM - Bibit Tumbuh Bersama Tunjuk Presdir Baru

NERACA Jakarta –Sebagai bentuk pertanggung jawaban atas sikap yang kurang tepat, PT Bibit Tumbuh Bersama selaku agen penjual reksadana dari…

Penjualan Sky Energy Indonesia Turun 9,87%

NERACA Jakarta – Di tahun 2019, PT Sky Energy Indonesia Tbk (JSKY) mencatatkan kinerja keuangan negatif. Berdasarkan laporan keuangan yang…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Mewujudkan Rumah Impian Lewat KPR Syariah Milenial

    Milenial selalu menjadi topik yang menarik karena profil generasi milenial Indonesia ada beberapa ciri, yaitu dekat dengan media…

Sikapi Kasus Sinarmas AM - Bibit Tumbuh Bersama Tunjuk Presdir Baru

NERACA Jakarta –Sebagai bentuk pertanggung jawaban atas sikap yang kurang tepat, PT Bibit Tumbuh Bersama selaku agen penjual reksadana dari…

Penjualan Sky Energy Indonesia Turun 9,87%

NERACA Jakarta – Di tahun 2019, PT Sky Energy Indonesia Tbk (JSKY) mencatatkan kinerja keuangan negatif. Berdasarkan laporan keuangan yang…