Soal Aturan E-Bookbuilding - BEI Janjikan Tidak Akan Molor dari Target

NERACA

Jakarta – Sekian kalinya, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan janji bila aturan electronic bookbuilding (EBB) akan rampung pada Oktober 2019 mendatang. “Enggak, ga molor, gak da perubahan. Sesuai dengan schedule, nanti akan ada seperti pilot project dulu untuk pemakaian EBB,”kata Direktur Penilaian BEI, I Gede Nyoman Yetna di Jakarta, kemarin.

Disampaikannya, besaran porsi penjatahan fix allotment dan pooling allotment sudah ada di draf dan telah dibahas. Menurutnya, uji coba sistem EBB hingga saat ini masih dalam proses perampungan. Sehingga, untuk pilot project masih menunggu hal tersebut selesai. “Uji coba untuk sistem kan masih dalam proses untuk sistemnya bisa rampung dulu. setelah itu uji coba,” ucapnya. 

Sebelumnya, OJK pun menyatakan EBB masih dalam proses finalisasi beleid dan pihaknya tengah berdiskusi dengan berbagai pemangku kepentingan terkait dengan EBB. Asal tahu saja, BEI dan self regulatory organization (SRO) lain yakni PT Kustodian Efek Indonesia (KSEI) serta PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) didapuk untuk melakukan pengembangan terkait aplikasi dan infrastruktur electronic bookbuilding tersebut.

BEI bersama SRO lain memang mendapatkan mandat untuk melakukan pengembangan sistem tersebut. Bahkan nantinya BEI pun akan berperan dalam proses bookbuilding. Pihak BEI sendiri tengah menunggu kewenangan yang diberikan kepada BEI pada saat aturan tersebut resmi dikeluarkan. Dengan adanya electronic bookbuilding ini, nantinya diharapkan proses bookbuilding dari saham-saham initial public offering (IPO) bisa memiliki persebaran yang lebih baik.

Selama ini, BEI tidak memiliki kepentingan di pasar premier karena hanya fokus menyediakan platform untuk transaksi saham di pasar sekunder saja. Maka dengan hadirnya e-Bookbuilding, BEI diamantkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menyediakan platform untuk transaksi di pasar premier atas nama OJK.

Direktur Utama BEI Inarno Djajadi pernah mengatakan, saat memesan saham, investor bisa menggunakan platform e-book building tersebut. Sehingga, Inarno berharap investor yang memesan saham perusahaan yang melakukan penawaran umum perdana saham dapat berasal dari seluruh wilayah yang ada di Indonesia. "Dan akan lebih transparan. Ini adalah salah satu inisiatif dari kita,” kata Inarno.

Hal senada juga disampaikan Kepala Eksekutif Pasar Modal sekaligus Dewan Komisioner OJK, Hoesen, melalui sistem "electronic book building" diharapkan mendukung transparansi pembentukan harga untuk saham perdana.”Alokasinya akan diatur kepada pooling investor maupun fix investor, sehingga proses penjatahan menjadi lebih transparan dan menciptakan harga perdana yang optimal baik bagi emiten maupun bagi pasar," katanya.

Dia menambahkan, melalui sistem elektronik book building itu juga akan menghindari kolusi antara penjamin emisi dan investor yang dikenalnya saja.”Saat ini, banyak terjadi kalau sahamnya bagus hanya diberi kepada investor yang dikenalnya saja,”jelasnya. Hadirnya aturan sistem electronic book building dimaksudkan dalam rangka memperkuat basis investor ritel.

BERITA TERKAIT

Mewujudkan Rumah Impian Lewat KPR Syariah Milenial

    Milenial selalu menjadi topik yang menarik karena profil generasi milenial Indonesia ada beberapa ciri, yaitu dekat dengan media…

Sikapi Kasus Sinarmas AM - Bibit Tumbuh Bersama Tunjuk Presdir Baru

NERACA Jakarta –Sebagai bentuk pertanggung jawaban atas sikap yang kurang tepat, PT Bibit Tumbuh Bersama selaku agen penjual reksadana dari…

Penjualan Sky Energy Indonesia Turun 9,87%

NERACA Jakarta – Di tahun 2019, PT Sky Energy Indonesia Tbk (JSKY) mencatatkan kinerja keuangan negatif. Berdasarkan laporan keuangan yang…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Mewujudkan Rumah Impian Lewat KPR Syariah Milenial

    Milenial selalu menjadi topik yang menarik karena profil generasi milenial Indonesia ada beberapa ciri, yaitu dekat dengan media…

Sikapi Kasus Sinarmas AM - Bibit Tumbuh Bersama Tunjuk Presdir Baru

NERACA Jakarta –Sebagai bentuk pertanggung jawaban atas sikap yang kurang tepat, PT Bibit Tumbuh Bersama selaku agen penjual reksadana dari…

Penjualan Sky Energy Indonesia Turun 9,87%

NERACA Jakarta – Di tahun 2019, PT Sky Energy Indonesia Tbk (JSKY) mencatatkan kinerja keuangan negatif. Berdasarkan laporan keuangan yang…