JUMLAH KECELAKAAN PEMUDIK MENURUN DRASTIS - Perputaran Uang Selama Lebaran Mencapai Rp 9,7 Triliun

NERACA

Jakarta-Jumlah uang yang berputar di tengah perayaan Idul Fitri dengan tradisi mudiknya tahun ini diperkirakan mencapai Rp 9,7 triliun, yang merupakan puncak perputaran uang terbesar di Indonesia. Sementara itu, jumlah kecelakaan pemudik menurut data Kemenhub, menurun cukup signifikan 62%.  

Menurut Ketua Umum Kadin DKI Jakarta Sarman Simanjorang,  potensi perputaran uang ke daerah pada mudik tahun ini mencapai Rp 9,7 triliun. Hal ini dihitung berdasarkan data jumlah pemudik Lebaran 2019.

Jika berdasarkan data Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Perhubungan yang  memprediksi jumlah pemudik Lebaran 2019 dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) mencapai 14,9 juta orang.

Khusus DKI Jakarta, jumlah pemudik diperkirakan mencapai 7.346.430 jiwa atau setara dengan 2.448.810 keluarga. Jumlah ini naik sebesar 4 persen dari jumlah pemudik tahun 2018 sebesar 7.063.875 jiwa. "Jika setiap rumah tangga kita rata ratakan membawa uang paling minim Rp 4 juta, maka uang yang mengalir ke daerah musim Lebaran tahun 2019 ini diperkirakan mencapai Rp 9,7 triliun," ujar Sarman seperti dikutip Antara, Jumat (7/6).

Jumlah uang tersebut menurut dia, mayoritas akan beredar di Jawa Tengah, Jawa Barat, Yogyakarta, dan Jawa Timur serta sebagian di Sumatera (Lampung, Sumatera Barat, Sumatera Selatan) dan sisanya daerah Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku.

Dana tersebut, belum termasuk remitansi dari TKI Indonesia yang bekerja di luar negeri yang berjumlah hampir 9 juta orang. “Jika kita membuat perhitungan yang sangat sederhana saja para TKI kita mengirimkan Rp 1 juta per orang menjelang Idul Fitri tahun ini maka daerah akan menerima perputaran tambahan sebesar Rp 9 triliun, walaupun kecenderungannya dana tersebut tidak akan dibelanjakan semua," ujarnya.

Sarman menilai kondisi tersebut akan membuat ekonomi daerah bergerak dan bergairah karena perputaran uang yang sangat tinggi sebagai dampak dari uang yang mengalir dari kota Jakarta ke daerah tujuan mudik.

Belanja konsumsi masyarakat itu diharapkan akan mampu memberikan kontribusi dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi triwulan kedua 2019 yang diperkirakan dapat mencapai 5,2%, naik dari pertumbuhan ekonomi triwuilan pertama yang hanya mencapai 5,07%. "Momentum perayaan Idul Fitri tahun ini diharapkan akan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional triwulan kedua karena hampir 60% bersumber dari konsumsi masyarakat," ujarnya.

Sarman menuturkan, konsumsi masyarakat di daerah akan banyak berputar di sektor pariwisata, oleh-oleh khas daerah, aneka produk UKM seperti makanan/kuliner dan kerajinan daerah, batik dan uang saku untuk keluarga yang ditinggalkan.

Sementara itu, Kemenhub mengungkapkan adanya penurunan angka kecelakaan yang cukup signifikan, mencapai angka 62%. Kondisi tersebut juga diikuti dengan turunnya jumlah korban meninggal dunia pada saat melakukan mudik.

"Angka kecelakaan turun dari 1178 menjadi 446 atau 62%, dan yang kedua adalah angka korban meninggal dunia dari 254 menjadi 105 atau turun 59%,” ujar Menhub Budi Karya Sumadi di Cikampek Utama, Jumat (7/6).

Dia menegaskan, setiap tahun yang menjadi tantangan pada saat periode mudik lebaran adalah terkait keselamatan. "Jadi itu adalah satu tantangan yang waktu itu saya sampaikan, kalau kemacetan insya Allah bisa kita atasi. Tetapi kalau berkaitan dengan keselamatan, itu tantangan," ujarnya.

Oleh karena itu, dia mengaku sangat mengapresiai semua pihak atas kerja keras dan semua upaya sehingga jumlah kecelakaan dan korban meninggal dunia menurun drastis di tahun ini. Turunnya angka kecelakaan tersebut disebutkan sebagai dampak dari banyaknya program mudik gratis sehingga terjadi peralihan dari pemudik dengan roda dua atau sepede motor. Pasalnya, selama ini insiden kecelakaan lalu lintas saat periode mudik terjadi didominasi oleh pengendara sepeda motor. mohar

BERITA TERKAIT

PEMERINTAH SIAPKAN KAJIAN: - Skenario New Normal Mulai Awal Juni 2020

Jakarta-Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, kajian skenario the new normal akan dilakukan dalam dua pekan ke depan atau…

Meski Ada Ruang Penurunan, BI Malah Tahan Suku Bunga

  NERACA Jakarta - Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 4,5 persen…

DEFISIT APBN 2020 MELEBAR MENJADI 6,27% PDB - Menkeu: Pandemi Corona Hantam Ekonomi RI

Jakarta-Menkeu Sri Mulyani Indrawati mengakui pandemi virus corona memberikan pukulan besar bagi sektor konsumsi dan juga produksi dari dunia usaha.…

BERITA LAINNYA DI Berita Utama

PEMERINTAH SIAPKAN KAJIAN: - Skenario New Normal Mulai Awal Juni 2020

Jakarta-Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, kajian skenario the new normal akan dilakukan dalam dua pekan ke depan atau…

Meski Ada Ruang Penurunan, BI Malah Tahan Suku Bunga

  NERACA Jakarta - Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 4,5 persen…

DEFISIT APBN 2020 MELEBAR MENJADI 6,27% PDB - Menkeu: Pandemi Corona Hantam Ekonomi RI

Jakarta-Menkeu Sri Mulyani Indrawati mengakui pandemi virus corona memberikan pukulan besar bagi sektor konsumsi dan juga produksi dari dunia usaha.…