Kebutuhan Pokok - Kemendag Catat Pemintaan Sembako Naik Hingga 20% Saat Ramadhan

NERACA

Jakarta – Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebut permintaan bahan pokok atau sembako meningkat sekitar 10 persen hingga 20 persen saat Ramadhan dibandingkan permintaan saat hari biasa. Meski kemungkinan ada kendala soal tenaga kerja yang berkurang karena libur atau lainnya, Karyanto mengatakan pihaknya melakukan antisipasi agar stok bisa tetap mencukupi permintaan.

"Dari normal ada kenaikan 10-20 persen, itu untuk permintaannya," kata Sekretaris Jenderal Kemendag Karyanto Suprih di Pusdiklat Perdagangan di Depok, Jawa Barat, disalin dari Antara. Atas kenaikan tersebut, Kemendag meminta produsen, khususnya produk makanan dan minuman, untuk menambah produksi. "Diharapkan pelaku usaha tidak ada alasan menaikkan harga sepanjang stok cukup, meski demand (permintaan) meningkat," katanya.

Karyanto menambahkan pihaknya juga telah menugaskan seluruh pejabat Kemendag untuk menjadi koordinator wilayah pemantauan harga di seluruh Indonesia. Pihaknya juga bekerja sama dengan Bulog untuk memantau pasokan bahan pokok.

Dengan pemantauan tersebut, daerah yang mengalami surplus pasokan bisa menyalurkan barang ke daerah yang defisit pasokan, sehingga pasokan dapat terjaga ketersediaannya. "Pemerintah menjamin stok tersedia. Tidak usah panik. Menjelang Lebaran pemerintah bahu membahu bersama pengusaha menyediakan stok bahan pokok," katanya.

Sebelumnya, Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre Karawang, Jawa Barat, siap mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan pokok di pasaran selama bulan suci Ramadhan melalui operasi pasar murah.

"Kami telah menyediakan pasokan sejumlah kebutuhan pokok untuk melakukan operasi pasar jika nanti harga kebutuhan pokok di pasaran melonjak," kata Kepala Bulog Sub Divre Karawang Rusli saat dihubungi di Kabupaten Karawang, Jabar, disalin dari Antara di Jakarta.

Ia mengatakan, biasanya harga kebutuhan pokok di pasaran melonjak pada bulan suci Ramadhan, khususnya saat menjelang lebaran atau Idul Fitri. Karena itu, pihaknya menyediakan pasokan sejumlah kebutuhan pokok untuk mengantisipasi melonjaknya harga di pasaran, melalui kegiatan operasi pasar. "Kita telah melakukan kerja sama dengan Pemkab Karawang untuk menggelar operasi pasar murah di sejumlah titik selama Ramadhan," kata dia.

Operasi pasar murah itu sendiri menjadi salah satu upaya yang akan dilakukan untuk mengatasi melonjaknya harga sejumlah kebutuhan pokok di pasaran. Saat ini Bulog Karawang memiliki stok beras sebanyak 66 ribu ton. Selain itu, disediakan pula 5.040 liter minyak goreng, gula pasir sebanyak 109 ton, daging beku 1 ton dan sejumlah kebutuhan pokok lainnya.

Sementara itu Perum Bulog Divre I Sumut memastikan ketersediaan bahan pokok untuk kebutuhan Ramadhan dan Idul Fitri 2019 di daerah itu cukup aman bahkan beras bisa memenuhi alokasi hingga enam bulan ke depan.

"Stok bahan pokok aman dan harga di pasar untuk komoditas beras, gula, minyak goreng, dan d 61.000aging kerbau beku di bawah atau sesuai HET (harga eceran tertinggi)," ujar Kepala Perum Bulog Divre I Sumut, Basirun.

Dia menyebutkan, stok beras Bulog Sumut hingga akhir pekan ini ada 61.000 ton. Stok beras itu bukan hanya untuk bisa memenuhi kebutuhan Ramadhan dan Idul Fitri, tetapi sampai enam bulan ke depan.

Adapun stok gula pasir/putih sebanyak 1.700 ton, minyak goreng 24.000 liter dan daging kerbau beku 14.700 kilogram. "Yang menggembirakan, harga beras, gula, minyak goreng dan daging kerbau beku di bawah atau sesuai HET," katanya.

Harga gula misalnya masih paling tiinggi Rp12.500 per kg atau sesuai HET. Harga minyak goreng kemasan sederhana seperti merek Fortune dijual di swalayan Rp10.900 per liter dari HET yang sebesar Rp11.000 per liter.

Harga daging kerbau beku juga masih atau sesuai HET Rp80.000 per kg. "Bulog terus berkoordinasi dengan instansi anggota TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) Sumut untuk semakin memastikan keamanan stok dan stabilitas harga bahan pokok," ujar Basirun.

Wakil Ketua TPID Sumut, Wiwiek Sisto Widayat menyebutkan, saat ini, tim mengambil langkah lebih mengarah kepada pengawasan distribusi.

Langkah itu, katanya setelah melihat pada fakta bahwa sebagian besar stok bahan kebutuhan kecuali bawang putih masih memadai. "Kalau barangnya ada, tetapi distribusi terganggu, maka harga bisa naik," katanya.

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan memastikan stok bawang putih di ritel modern aman, yang dibuktikan melalui pemantauan ketersediaan dan harga bahan pokok, khususnya bawang putih, di Giant Ekstra CBD Bintaro, Tangerang.

"Saat ini, harga bawang putih sudah mulai turun dan stok bawang putih aman tersedia di ritel modern seluruh Indonesia," kata Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Tjahya Widayanti di Tangerang, disalin dari Antara di Jakarta.

Tjahya juga menyampaikan, Kemendag melaksanakan rapat koordinasi bersama pelaku usaha serta Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) pada 8 Mei 2019. Rapat koordinasi tersebut menghasilkan kesepakatan harga jual bawang putih honan atau sico curah di ritel modern sebesar Rp35.000 per kilogram (kg).

BERITA TERKAIT

Indonesia Lakukan Intervensi dalam UNESCAP Ke-76

NERACA Jakarta - Intervensi Indonesia dalam sidang ke-76 Komisi Ekonomi dan Sosial PBB untuk Asia dan Pasifik (United Nation Economic…

Pemerintah Mendorong Perdagangan Warung Tetangga dan Koperasi

NERACA Jakarta – berbagai cara tersu dilakukan oleh pemerintah agar usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) seperti warung tetangga tetap…

Ini Dia Penyebab Harga Gula Meroket

NERACA Jakarta – Ada sebab, ada akibat. Itulah yang terjadi pada komoditas gula sehingga harganya meroket (naik). Berdasarkan hasil evaluasi,…

BERITA LAINNYA DI Perdagangan

Indonesia Lakukan Intervensi dalam UNESCAP Ke-76

NERACA Jakarta - Intervensi Indonesia dalam sidang ke-76 Komisi Ekonomi dan Sosial PBB untuk Asia dan Pasifik (United Nation Economic…

Pemerintah Mendorong Perdagangan Warung Tetangga dan Koperasi

NERACA Jakarta – berbagai cara tersu dilakukan oleh pemerintah agar usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) seperti warung tetangga tetap…

Ini Dia Penyebab Harga Gula Meroket

NERACA Jakarta – Ada sebab, ada akibat. Itulah yang terjadi pada komoditas gula sehingga harganya meroket (naik). Berdasarkan hasil evaluasi,…