BWPT Bakal Bangun Dua Pabrik di Kaltim

Genjot produksi crude palm oil (CPO), PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) berencana membangun dua pabrik di Kalimantan Timur (Kaltim) pada tahun ini. "Kami lagi persiapan pembukaan pabrik baru di Kalimantan Timur. Ada dua pabrik dari kapasitas 45 ton menjadi 60 ton per jam dan 90 ton per jam,"kata Sekretaris Perusahaan Eagle High Plantations, Satrija Budi Wibawa di Jakarta, kemarin.

Disampaikannya, perseroan tengah dalam proses persiapan, tender dan pencariaan lokasi. Perseroan saat ini, lanjutnya, fokus pada penjualan di dalam negeri. Pada Maret 2019 dan April 2019, produksi tandan buah segar masing-masing 117.999 ton dan 93.700 ton. Sementara itu, produksi CPO pada Maret 2019 sebanyak 24.628 ton. Baru-baru ini, pabrik kelapa sawit BWPT di Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah memperoleh sertifikat roundtable of sustainable palm oil (RSPO).

Menurutnya, hal itu akan memberikan dampak  pertumbuhan berkelanjutan dan juga memberikan dampak secara komersial. Pada 2019, BWPT memiliki kebun seluas yang telah siap panen 120.529 ha dan belum dalam kondisi produktif seluas 6.874 ha. Hingga Maret 2019, BWPT membukukan pendapatan usaha senilai Rp637,99 miliar, naik 1,31% dari posisi Rp629,69 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Disebutkan, dari sisi produk, minyak kelapa sawit berkontibusi hingga 84% terhadap pendapatan usaha atau senilai Rp541,29 miliar, lalu disusul inti kernel dan tandan buah segar (TBS) masing-masing senilai Rp54,3 miliar dan Rp42,4 miliar. Rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk per Maret 2019 senilai Rp259,09 miliar, semakin banyak dibandingkan dengan kuartal I/2018 senilai Rp76,4 miliar.

BERITA TERKAIT

KBI Siapkan Protokol Menuju New Normal

Menyambut kebijakan The New Normal yang dicanangkan pemerintah, PT Kliring Berjangka Indonesia Persero) atau KBI telah mencanangkan kesiapannya untuk kembali…

Laba Harum Energy Anjlok 87,12%

Di kuartal pertama 2020, PT Harum Energy Tbk (HRUM) membukukan pendapatan terkoreksi 15,08% (yoy) menjadi US$ 61,19 juta dibandingkan priode…

Kenormalan Baru Bakal Kerek Harga Saham

Kebijakan menyambut kenormalan baru di tengah pandemi Covid-19, diyakini bakal mengerek harga saham, “Penerapan 'new normal' menjadi salah satu upaya…

BERITA LAINNYA DI

KBI Siapkan Protokol Menuju New Normal

Menyambut kebijakan The New Normal yang dicanangkan pemerintah, PT Kliring Berjangka Indonesia Persero) atau KBI telah mencanangkan kesiapannya untuk kembali…

Laba Harum Energy Anjlok 87,12%

Di kuartal pertama 2020, PT Harum Energy Tbk (HRUM) membukukan pendapatan terkoreksi 15,08% (yoy) menjadi US$ 61,19 juta dibandingkan priode…

Kenormalan Baru Bakal Kerek Harga Saham

Kebijakan menyambut kenormalan baru di tengah pandemi Covid-19, diyakini bakal mengerek harga saham, “Penerapan 'new normal' menjadi salah satu upaya…