Genjot Pertumbuhan Penjualan - Erajaya Targetkan Buka 330 Toko Baru

NERACA

Jakarta —Pacu pertumbuhan penjualan lebih agresif lagi, PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) terus perluas penambahan gerai dengan menargetkan membuka 330 toko baru hingga akhir tahun. “Tahun lalu kami telah membuka 212 toko. Tahun ini kami memiliki target untuk membuka toko lebih banyak lagi sebanyak 330 toko,”kata Wakil Direktur Utama Erajaya Swasembada, Hasan Aula di Jakarta, kemarin.

Menurut Direktur Erajaya Swasembada, Sim Chee Ping, untuk pembangunan toko kira-kira perusahaan akan mengeluarkan dana sebesar Rp5 juta—Rp7 juta per meter persergi. Adapun untuk toko besar, dana yang dikeluarkan bisa lebih kecil lagi yakni di bawah Rp5 juta per meter persegi.”Rata-rata ukuran tokonya sekitar 150 meter persegi,”ujar Sim.

Lebih lanjut, Sim menyampaikan perseroan akan meningkatkan promosi penjualan menjelang akhir kuartal II/2019 untuk dapat menurunkan jumlah inventori. Asal tahu saja, pada tahun lalu perseroan telah merealisasikan pembukaan sebanyak 212 toko dari target sebanyak 250 toko.

Per akhir kuartal I/2019, ERAA mencatatkan penurunan penjualan sebesar 14% menjadi Rp7,12 triliun secara tahunan (year-on-year/YoY) dari posisi sebelumnya senilai Rp8,28 triliun. Hal itu pun menekan laba bersih perseroan sebesar 76,92% menjadi Rp47,37 miliar secara tahunan (year-on-year/yoy) dari posisi Rp205,35 miliar pada periode yang sama tahun lalu.”Tadinya kami memiliki harapan cukup bagus untuk kuartal I/2019. Oleh karena itu, kami menambah inventori pada akhir tahun lalu dan awal tahun ini. Kenyataannya, beberapa faktor membuat penjualan tidak terjadi seperti yang diharapkan,” kata Sim.

Kata Hasan, beberapa kendala yang membuat penjualan merosot pada kuartal pertama tahun ini disebabkan oleh penurunan tren di industri ritel. Selain itu, prospek penjualan untuk beberapa produk baru pada kuartal I/2019 ternyata meleset daripada yang diharapkan oleh ERAA sebelumnya.”Jadi, itu mengakibatkan kinerja kami tidak mencapai target yang ditetapkan,” tuturnya.

Dirinya meyakinkan bahwa ERAA akan mengambil momentum pada lebaran untuk menggenjot penjualan dengan mengadakan strategi sales yang lebih agresif supaya level inventori bisa turun. Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2019, tercatat ERAA memiliki persediaan inventori senilai Rp6,06 triliun.

Kemudian berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), perseroan akan membagikan dividen sebesar Rp50 per lembar  saham kepada para investornya.”Kami akan membagikan dividen tunai sebesar Rp50 per saham, seluruhnya sebesar Rp159,50 miliar. Mengenai kapan akan dibagi nanti akan diumumkan,” kata Hasan

Sebagai informasi, tahun lalu ERAA membukukan kenaikan penjualan sebesar 43,37% menjadi Rp34,74 triliun secara tahunan dari posisi Rp24,23 triliun pada 2017. Sementara itu, laba bersih tercatat naik 150,73% menjadi Rp850 miliar secara yoy dibandingkan dengan pencapaian pada tahun sebelumnya sebesar Rp339 miliar.

Hasan juga menyampaikan bahwa perseroan telah menjadi pemimpin pasar dengan menguasai pangsa pasar setidaknya sebesar 35% per Desember 2018. Tercatat, perseroan memiliki 74 pusat distribusi, 987 outlet ritel serta sekitar 52.000 outlet pihak ketiga dan layanan servis. Sementara itu, jumlah toko milik ERAA tercatat sebanyak 936 toko lebih tinggi dibandingkan jumlah toko per akhir tahun sebelumnya yang sebesar 775. 

BERITA TERKAIT

BTN Dorong Kemudahan Pembangunan Rumah Subsidi

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus  mendorong Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan relaksasi sejumlah aturan…

Ditopang Penjualan Lokal - Kimia Farma Bukukan Penjualan Rp 4,69 Triliun

NERACA Jakarta- Bisnis obat di tengah pandemi Covid-19 menjadi berkah tersendiri seiring dengan besarnya permintaan di masyarakat. Hal inilah yang…

Bisnis Properti Terpukul Corona - Laba Bersih Summarecon Agung Anjlok 93,15%

NERACA Jakarta – Satu persatu kinerja emiten properti terpukul akibat dampak pandemi Covid-19. Salah satunya adalah PT Summarecon Agung Tbk…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

BTN Dorong Kemudahan Pembangunan Rumah Subsidi

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus  mendorong Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan relaksasi sejumlah aturan…

Ditopang Penjualan Lokal - Kimia Farma Bukukan Penjualan Rp 4,69 Triliun

NERACA Jakarta- Bisnis obat di tengah pandemi Covid-19 menjadi berkah tersendiri seiring dengan besarnya permintaan di masyarakat. Hal inilah yang…

Bisnis Properti Terpukul Corona - Laba Bersih Summarecon Agung Anjlok 93,15%

NERACA Jakarta – Satu persatu kinerja emiten properti terpukul akibat dampak pandemi Covid-19. Salah satunya adalah PT Summarecon Agung Tbk…