Geliat Infrastruktur Jalan Tol - WEHA Targetkan Pendapatan Tumbuh 15%

NERACA

Jakarta – Tahun ini, PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk (WEHA) menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 15% dengan pengembangan digital yang dilakukan perseroan. Emiten transportasi ini begitu optimis mampu membukukan pertumbuhan pendapatan dua digit didasarkan sentimen membaiknya infrastruktur seperti Jalan Tol Trans Jawa dan tingginya harga tiket pesawat.

Sekretaris Perusahaan WEHA Transportasi Indonesia, Edgar Surjadi dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengatakan, membaiknya infrastruktur seperti jalan tol akan menimbulkan potensi atau peluang peningkatan jumlah permintaan jasa bus pariwisata maupun intercity shuttle yang dilayani oleh perseroan baik dari sektor travel, company, sekolah, event organizer sampai kepada individu.

Maka untuk menangkap peluang tersebut perseroan selaku penyedia jasa transportasi  berkolaborasi dengan mitra transportasi di kota-kota atau daerah-daerah lainnya untuk menjangkau pasar nusantara melalui aplikasi. Adapun aplikasi perseroan adalah Aplikasi White Horse Online Booking untuk penyewaan bus pariwisata dan car rental serta Aplikasi Day Trans untuk intercity shuttle Jakarta—Bandung.

Selain itu, perseroan menganggarkan belanja modal sebesar Rp15 miliar yang akan digunakan untuk peremajaan armada sebanyak 9 unit di lini usaha bus charter dan 8 unit di lini usaha intercity shuttle.”Perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan di tahun 2019 sebesar 15% dari tahun 2018,” ujar Edgar.

Pada 2018, White Horse mengembangkan sayapnya lebih lebar di segmen penyewaan bus pariwisata dengan sistem online booking. Sejak diluncurkan di September 2017 silam. Strategi perseroan dengan mengoptimalisasi penggunaan digital dari online booking system sampai dengan aplikasi operasional membuat kegiatan operasional perseroan menjadi lebih efektif dan efisien sehingga kinerja perseroan menjadi lebih baik.

Adapun pendapatan perseroan pada 2018 senilai Rp160 miliar meningkat sebesar 16% dibandingkan dengan pendapatan 2017 senilai Rp138 miliar. Hal tersebut diikuti dengan peningkatan laba operasional sebesar 76% menjadi Rp20,8 miliar dibandingkan dengan 2017 Rp11,8 miliar. Sementara itu,EBITDA Perseroan dicatat meningkat 39% di tahun 2018 sebesar Rp44,6 Miliar dibandingkan dengan tahun 2017 yang sebesar Rp32,2 Miliar.  

Untuk laba bersih terdapat penurunan sebesar 94% menjadi Rp3,2 miliar dibandingkan dengan 2017 senilai Rp50,4 miliar yang dikarenakan pada 2017 terdapat keuntungan pelepasan saham investasi perseroan. Kemudian berdasarkan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) juga memutuskan untuk tidak membagikan dividen dari laba tahun buku 2018 karena fokus peremajaan armada untuk menjajaki peluang gencarnya pembangunan infrastruktur tahun ini dan inovasi online booking.

 

BERITA TERKAIT

Profit Taking Investor Batasi Penguatan IHSG

NERACA Jakarta – Mengakiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Rabu (27/5) sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) berhasil…

Bisnis Properti Meradang - Ristia Bintang Taksir Pendapatan Turun Hingga 75%

NERACA Jakarta – Lesunya bisnis properti sebagai dampak dari pandemi Covid-19 juga berimbas terhadap perolehan kinerja keuangan PT Ristia Bintang…

Saraswanti Raih Pendapatan Rp 1,28 Triliun

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2019, PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk (SAMF) berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 1,28 triliun, naik…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Profit Taking Investor Batasi Penguatan IHSG

NERACA Jakarta – Mengakiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Rabu (27/5) sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) berhasil…

Bisnis Properti Meradang - Ristia Bintang Taksir Pendapatan Turun Hingga 75%

NERACA Jakarta – Lesunya bisnis properti sebagai dampak dari pandemi Covid-19 juga berimbas terhadap perolehan kinerja keuangan PT Ristia Bintang…

Saraswanti Raih Pendapatan Rp 1,28 Triliun

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2019, PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk (SAMF) berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 1,28 triliun, naik…