Tren IHSG Menguat Terbatas - Pelaku Pasar Menaruh Asa Presiden Terpilih

NERACA

Jakarta – Pasca pemilihan umum (Pemilu) Presiden dengan diumumkannya presinden terpilih nanti, pelaku pasar modal menaruh asa bisa membawa perubahan yang lebih baik lagi. Analis Panin Sekuritas, William Hartanto pernah bilang, apabila Jokowi-Ma'ruf Amin menang, IHSG akan langsung menguat. Sedangkan jika Prabowo-Sandi yang menang, pelaku pasar akan cenderung menunggu.”Investor masih akan wait and see menunggu program kerjanya. Jika bagus dan menguntungkan, maka pada akhirnya IHSG akan naik juga. Namun dalam masa wait and see tersebut, IHSG berpotensi melemah terbatas," ujarnya di Jakarta, kemarin.

Sementara Heads of Lots Services Lotus Andalan Sekuritas, Krishna Dwi Setiawan menyebutkan, ada tiga permasalahan utama Indonesia dalam ekonomi dan investasi yang dihadapkan bagi calon presiden dan calon wakil presiden terpilih nanti. Pertama adalah permasalahan defisit kembar, yaitu defisit anggaran dan defisit perdagangan. Menurut Khrisna, penanganan defisit anggaran dapat dilakukan dengan cara meningkatkan pendapatan pajak serta efisiensi dan efektifitas belanja negara.

Permasalahan kedua menurut dia adalah calon presiden dan wakil presiden harus bisa mengatasi ketertinggalan pembangunan infrastruktur dan kualitas sumber daya manusia. Jalan keluarnya adalah dengan pemerataan pembangunan infrastruktur di seluruh daerah dan peningkatan kualitas pendidikan yang berorientasi industri. "Salah satunya melalui program vokasi baik di sekolah menengah kejuruan (SMK) maupun perguruan tinggi yang harus bisa lebih ada keterkaitan dengan program besar pemerintah," ungkap dia.

Peningkatan kualitas pendidikan yang berorientasi industri ini terutama untuk sektor perikanan, teknologi pertanian, perkebunan, infrastruktur, energi terbarukan. Selanjutnya, permasalahan ketiga berkaitan dengan poin kedua. Menurut dia, capres dan cawapres harus bias mengatasi masalah kemudahan berinvestasi. Hal ini dapat dicapai dengan cara memperbaiki infrastruktur, logistik, birokrasi, perizinan, serta memberi kepastian hukum. “Jangan ada lagi tumpang tindih perizinan,” ungkap Krishna.

Tercatat indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (16/4) kemarin ditutup menguat 46,39 poin atau 0,72% ke 6.481. Sebanyak 235 saham naik, 162 saham turun dan 132 saham tak bergerak. Penguatan IHSG ditopang delapan sektor, sementara dua sektor ditutup melemah. Sektor-sektor dengan penguatan terbesar adalah sektor konstruksi yang naik 2,48%, sektor aneka industri naik 1,66% dan sektor industri dasar yang naik 1,1%.

Sementara sektor yang turun adalah sektor pertambangan dan sektor perdagangan yang masing-masing turun 0,2%. Total volume transaksi perdagangan di bursa mencapai 14,86 miliar saham dengan total nilai Rp 9,21 triliun.  Pada pembukaan perdagangan, IHSG dibuka menguat 5,57 poin atau 0,09% ke posisi 6.440,72. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 1,21 poin atau 0,12% menjadi 1.014,48.

Kepala Riset Valbury Sekuritas, Alfiansyah mengatakan, pergerakan indeks dipengaruhi faktor eksternal yaitu terkait perkembangan kesepakatan dagang Amerika Serikat (AS) dan China, serta sentimen domestik terkait penyelenggaran pemilu 17 April 2019.

BERITA TERKAIT

BTN Kembali Masuk Indeks Sri Kehati

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) kembali terpilih masuk dalam Indeks Sri-Kehati untuk periode Mei hingga Oktober 2020, sejalan…

Ditopang Telkomsel dan Indihome - Telkom Cetak Laba Bersih Rp 18,66 Triliun

Sepanjang tahun 2019, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) berhasil membukukan laba bersih Rp 18,66 triliun atau tumbuh 3,5% dibandingkan…

Laba Sebelum Pajak Maybank Group Naik 14,2%

NERACA Jakarta – Di kuartal pertama 2020, Maybank Group membukukan laba sebelum pajak (PBT) naik 14,2% menjadi RM2,80 miliar dibandingkan…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Laba Sebelum Pajak Maybank Group Naik 14,2%

NERACA Jakarta – Di kuartal pertama 2020, Maybank Group membukukan laba sebelum pajak (PBT) naik 14,2% menjadi RM2,80 miliar dibandingkan…

Bisnis Pembiayaan Lesu - Kinerja MPM Finance Mulai Berdampak

NERACA Jakarta – Momentum jelang lebaran biasanya menjadi berkah tersendiri bagi industri pembiayaan kendaraan seiring dengan tingginya permintaan pembelian kendaraan…

Pendapatan Terkoreksi 25% - Sentra Food Menelan Pil Pahit Imbas Pandemi

NERACA Jakarta – Dukung program pemerintah memutus mata rantai penyebaran Covid-19, PT Sentra Food Indonesia Tbk (FOOD) melakukan pembatasan operasional…