Akuisisi 56,77% Saham Phapros - Kimia Farma Anggarkan Dana Rp 1-1,5 Triliun

NERACA

Jakarta – Aksi korporasi PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF) mengakuisisi 56,77% saham Phapros yang dimiliki PT Rajawali Nusantara Indonesia akan segera dilakukan tahun ini. Direktur Keuangan Kimia Farma, IG Ngurah Suharta menegaskan, nilai akuisisi saham Phapros berada pada rentang Rp1 triliun—Rp1,5 triliun. "Kisaran harga akuisisi Rp1 triliun—Rp1,5 triliun. Mudah-mudahan bisa settled sebelum akhir Maret,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Bila tidak ada aral melintang, perseroan berencana melakukan penandatanganan sales purchase agreement dengan RNI pada 27 Maret 2019. Perseroan menyiapkan dana yang berasal dari kas internal dan bridging loan dengan komposisi masing-masing sebesar 30% dan 70% untuk akuisisi tersebut. Saat ini telah ada stand by loan yang berasal dari 2-3 bank nasional maupun bank BUMN, dengan bunga pinjaman yang paling efisien. 

Dia mengatakan, perseroan mulai mencari sumber dana dengan tenor yang lebih panjang dan kupon yang lebih kompetitif untuk refinancing atas pinjaman bank itu. Untuk itu, perseroan mempertimbangkan untuk menerbitkan MTN atau obligasi di tahun ini yakni setelah penyelenggaraan Pilpres dan Pileg. 

Alternatif pendanaan lain yakni melalui rights issue, tetapi membutuhkan proses lebih panjang sehingga baru dapat dilaksanakan pada 2020. "Bridging loan tenornya di bawah setahun. Dalam waktu setahun ini, kami mencari sumber dana yang lebih panjang dengan kupon yang lebih kompetitif," katanya. 

Sebelumnya, perseroan telah menandatangani jual beli saham bersyarat pada 13 Februari 2019. KAEF membeli seluruh saham RNI dalam Phapros sebanyak 476.901.860 saham, yang merupakan 56,77% dari modal ditempatkan dan disetor penuh Phapros. KAEF membeli saham PEHA untuk meningkatkan pangsa pasar farmasi perseroan. Dengan akuisisi ini, KAEF memiliki pangsa pasar farmasi hingga lebih dari 6%. 

Tahun ini, perseroan menargetkan pertumbuhan penjulan sebesar 13%-15%. Maka guna untuk memenuhi target tersebut, perseroan berencana menambah 100 outlet baru. Kata IG Ngurah Suharta Wijaya, perseroan telah merealisasikan penambahan 200 gerai ritel farmasi dan apotek baru pada tahun lalu. Pada tahun ini, perseroan berharap dapat menambah 100 outlet baru dengan alokasi dana sebesar Rp250 miliar - Rp300 miliar.

Penambahan sepanjang tahun ini memang tidak sebanyak tahun lalu. Penambahan outlet pada tahun lalu untuk memperluas cakupan pasar. Adapun, pada tahun ini perseroan bakal meremajakan outlet yang ada agar lebih optimal mendorong penjualan. 

 

BERITA TERKAIT

Sambut Era New Normal - Kualitas Layanan Transjakarta Harus Meningkat

Kualitas layanan Transjakarta sebagai transportasi publik harus mendapat perhatian serius agar tidak menjadi episentrum penyebaran Covid-19 di masa penerapan tatanan…

Dukung Penanganan Covid-19 - Telkom Serahkan Batuan Robot Disinfeksi

Komitmen untuk membantu penanganan Covid-19 kembali dibuktikan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) dengan menyerahkan bantuan Autonomous UVC Mobile Robot…

Mewujudkan Rumah Impian Lewat KPR Syariah Milenial

    Milenial selalu menjadi topik yang menarik karena profil generasi milenial Indonesia ada beberapa ciri, yaitu dekat dengan media…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Sambut Era New Normal - Kualitas Layanan Transjakarta Harus Meningkat

Kualitas layanan Transjakarta sebagai transportasi publik harus mendapat perhatian serius agar tidak menjadi episentrum penyebaran Covid-19 di masa penerapan tatanan…

Dukung Penanganan Covid-19 - Telkom Serahkan Batuan Robot Disinfeksi

Komitmen untuk membantu penanganan Covid-19 kembali dibuktikan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) dengan menyerahkan bantuan Autonomous UVC Mobile Robot…

Mewujudkan Rumah Impian Lewat KPR Syariah Milenial

    Milenial selalu menjadi topik yang menarik karena profil generasi milenial Indonesia ada beberapa ciri, yaitu dekat dengan media…