Memberikan Kepastian Hukum - Kajian Regulasi Zakat Saham Tengah Digodok

NERACA

Jakarta – Berinvestasi memburu cuan sambil bersedekah, saat ini tengah menjadi tren di industri keuangan dan termasuk di pasar modal. Bahkan di beberapa perusahaan manajer investasi, sudah memfasilitas produk tersebut untuk menjawab kebutuhan nasabah. Melihat inovasi yang dilakukan beberapa perusahaan manajer ivestasi, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai salah satu SRO di pasar modal berencana memantapkan regulasi terkait zakat saham.

Menurut Direktur Utama KSEI, Friderica Widyasari Dewi, zakat saham sejatinya bukanlah hal yang baru di dunia pasar modal. Sudah ada perusahaan sekuritas yang mewadahi zakat dan wakaf dalam pasar modal antara lain Henan Putihrai Sekuritas dan MNC Sekuritas. “Penambahan fasilitas zakat dan wakaf ini sejalan dengan usaha untuk meningkatkan pertumbuhan pasar modal syariah,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

KSEI, lanjut Friderica, berniat mengkaji aturan zakat saham guna memfasilitasi para investor. Disampaikannya, pihaknya bakal mengkaji terkait debet zakat ataupun jika investor mendapat dividen dan langsung didebet untuk zakat. Meskipun difasilitisasi oleh KSEI, Friderica menjelaskan semuanya bergantung pada investor dan perusahaan sekuritas.

Perusahaan sekuritas akan memberikan instruksi atau himbauan pada nasabah untuk memotong dividen sebesar 2,5% untuk kemudian disalurkan melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) maupun lewat sistem KSEI. Ketika ditanya terkait waktu realisasi rencana ini Friderica berharap akhir tahun 2019 sudah bisa diterapkan. Asal tahu saja, sebelumnya, PT Henan Putihrai Sekuritas bekerjasama dengan Baznas meluncurkan program Shadaqah dan Zakat Saham Nasabah (Sazadah) untuk memfasilitasi investor konvensional dan syariah dalam menyucikan harta lewat sedekah dan zakat saham.

Program Sazadah merupakan pengembangan dari program Berinvestasi Sambil Sedekah (Berkah) yang diluncurkan pada 2016. Program itu juga hasil kerja sama HP Sekuritas dengan Baznas sebagai inovasi dalam memberikan layanan kepada masyarakat untuk menunaikan zakat dan sedekahnya. Nantinya, sedekah dan zakat yang dikeluarkan oleh para pemilik saham tersebut, kata dia, akan disalurkan kepada mustahik yang membutuhkan melalui Baznas. Selanjutnya, Baznas akan menyalurkan dana sosial itu untuk membantu penerima donasi/mustahik memperoleh penghidupan lebih baik melalui Program Zakat Community development (ZCD).

Direktur HP Sekuritas, Ferry Sudjono pernah bilang, peluncuran program merupakan kelanjutan dari komitmen HP Sekuritas dalam memperkenalkan variasi sarana donasi, meningkatkan kesadaran berinvestasi dan berbagi serta yang tak kalah penting mendukung program pasar modal syariah.

Menurutnya, program ini akan menjadi jalan alternatif untuk membendung kepungan kapitalisme yang semangatnya adalah memaksimalkan akumulasi kapital. Dirinya berharap akan semakin banyak para pelaku pasar modal yang bersedekah dan berzakat untuk produk-produk sekuritasnya. Selain saham, diharapkan juga mereka berzakat obligasi untuk membantu pengentasan kemiskinan.

 

BERITA TERKAIT

Bidik Potensi Pasar UMKM - EPAC Kembangkan Teknologi Digital Packaging

NERACA Jakarta – Resmi menjadi perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) di tengah pandemi Covid-19, tidak menyurutkan ekspansi bisnis…

Penjualan Obat Tumbuh 28,97% - Phapros Masih Derita Rugi Rp 13,08 Miliar

NERACA Jakarta – Bisnis farmasi milik PT Phapros Tbk (PEHA) di kuartal pertama 2020 masih positif. Dimana anak usaha dari…

Penjualan Lesu Imbas Corona - Matahari Departement Merugi Rp 93,95 Miliar

NERACA Jakarta –Pandemi Covid-19 memberikan dampak terhadap bisnis ritel, termasuk PT Matahari Departement Store Tbk (LPPF) yang terkoreksi pencapaian kinerjanya…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Bidik Potensi Pasar UMKM - EPAC Kembangkan Teknologi Digital Packaging

NERACA Jakarta – Resmi menjadi perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) di tengah pandemi Covid-19, tidak menyurutkan ekspansi bisnis…

Penjualan Obat Tumbuh 28,97% - Phapros Masih Derita Rugi Rp 13,08 Miliar

NERACA Jakarta – Bisnis farmasi milik PT Phapros Tbk (PEHA) di kuartal pertama 2020 masih positif. Dimana anak usaha dari…

Penjualan Lesu Imbas Corona - Matahari Departement Merugi Rp 93,95 Miliar

NERACA Jakarta –Pandemi Covid-19 memberikan dampak terhadap bisnis ritel, termasuk PT Matahari Departement Store Tbk (LPPF) yang terkoreksi pencapaian kinerjanya…