Pemkot Sukabumi Diganjar Puluhan Miliar dari Bankeu Provinsi Jabar

Pemkot Sukabumi Diganjar Puluhan Miliar dari Bankeu Provinsi Jabar

NERACA

Sukabumi - Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi mendapatkan anggaran sebesar Rp81 miliar lebih dari bantuan keuangan (bankeu) Provinsi Jawa Barat (Jabar). Hal tersebut dikatakan oleh Ketua DPRD Kota Sukabumi Yunus Suhandi kepada Neraca, Jumat (15/3).

"Hasil konsultasi Badan Anggaran (Ban-Ang) DPRD ke bagian keuangan Provinsi Jawa Barat, bahwa tahun ini Kota Sukabumi mendapatkan bankeu sebesar Rp81 miliar lebih. Dan tahun ini, anggaran sebesar itu mengalami penaikan dari bankeu tahun sebelumnya," ujar Yunus. 

Yunus mengatakan, dana miliaran tersebut, diantaranya akan digunakan untuk penataan alun-alun sebesar Rp5 miliar, penataan Lapang Merdeka sekitar Rp7,5 miliar, pendestrian Lapang Merdeka sekitar Rp2,5 miliar, pendestrian Jalan Ir. H. Juanda sekitar Rp3 miliar."Satu lagi untuk lanjutan pembangunan Puskesmas kecamatan Baros dan anggaranya sangat cukup besar," jelas Yunus.

Dari sekian total bankeu yang digelontorkan oleh provinsi Jabar, Yunus menyayangkan, tidak ada anggaran untuk lanjutan pembangunan GOR Merdeka. Sementara kami (Dewan) berharap, dari bankeu tahun ini ada dana untuk lanjutan GOR Merdeka dan gedung kesenian."Kami berharap, bankeu tahun ini ada dana lanjutan untuk finishing pembangunan GOR Merdeka dan pemagaran gedung kesenian. Tapi kenyataanya pemda tidak mengusulkan hal itu," terang Yunus.

Untuk itu Yunus berharap, kedepan dalam perubahan anggaran pemda sendiri bisa menganggarkan untuk kelanjutan dua bangunan tersebut. Sehingga kedua bangunan yang saat ini tidak bisa dipakai, nantinya bisa digunakan."Ya, kami sih berharap pemda bisa menganggarkan di perubahan anggaran APBD nanti," tuturnya.

Anggaran bankeu sendiri lanjut Yunus, bisa digunakan secepatnya. Artinya, pihak Provinsi Jabar tinggal menunggu kesipan pemda sendiri untuk kelengkapanya."Berdasarkan infromasi dari Provinsi Jabar, tinggal kapan siapnya pemda," katanya.

Pihak DPRD sendiri tambah Yunus, terus akan melakukan pengawasan, agar tidak terjadi keterlambatan.”Sehingga, kejadian di tahun-tahun sebelumnya jangan sampai terulang lagi di tahun ini, dimana ada bantuan anggaran yang tidak terserap," pungkas Yunus. Arya

 

 

 

 

BERITA TERKAIT

Pendapatan Siloam Naik Hampir 18% di Tahun 2019

NERACA Jakarta - PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) mencatatkan kinerja positif di tahun 2019. Emiten rumah sakit dengan jaringan…

Bursa Rebound, Saham LPKR dan PWON Menghijau

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah sempat tertekan akibat Covid-19 kini mulai rebound.…

PT Ceria Sumbang Ventilator Buatan UI ke Rumah Sakit Rujukan Covid-19

NERACA Jakarta - PT Ceria Nugraha Indotama (CNI), perusahaan tambang nikel pemegang Izin Usaha Pertambangan dan Operasi Produksi di Kabupaten…

BERITA LAINNYA DI Ekonomi Daerah

Pendapatan Siloam Naik Hampir 18% di Tahun 2019

NERACA Jakarta - PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) mencatatkan kinerja positif di tahun 2019. Emiten rumah sakit dengan jaringan…

Bursa Rebound, Saham LPKR dan PWON Menghijau

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah sempat tertekan akibat Covid-19 kini mulai rebound.…

PT Ceria Sumbang Ventilator Buatan UI ke Rumah Sakit Rujukan Covid-19

NERACA Jakarta - PT Ceria Nugraha Indotama (CNI), perusahaan tambang nikel pemegang Izin Usaha Pertambangan dan Operasi Produksi di Kabupaten…