Wakil Ketua MPR - Indonesia Krisis Tokoh yang Bisa Jadi Tuntunan

Mahyudin

Wakil Ketua MPR

Indonesia Krisis Tokoh yang Bisa Jadi Tuntunan 

Jakarta - Wakil Ketua MPR Mahyudin mengatakan saat ini Indonesia mengalami krisis tokoh bangsa yang bisa jadi panutan dan memberi tuntunan.

"Hari ini kita tidak lagi memiliki figur-figur yang bisa menjadi panutan dan memberi tuntunan dalam berbangsa dan bernegara," kata Wakil Ketua MPR Mahyudin dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa (12/3).

Pernyataan tersebut disampaikan Mahyudin saat menjadi narasumber pada Sosialisasi Empat Pilar MPR di depan Forum RT Kelurahan Tanah Grogot Kecamatan Tanah Grogot, Kalimantan Timur, Selasa (12/3).

Menurut Mahyudin, Bangsa Indonesia mempunyai banyak tokoh, tetapi tidak bisa menjadi contoh atau teladan. Padahal, kata Mahyudin, rakyat Indonesia membutuhkan tokoh panutan."Tokoh panutan itulah yang memberi tuntunan. Sedangkan tuntunan diperoleh dari tontonan atau proses meniru," ujar dia.

Mahyudin menyebutkan Indonesia tidak punya lagi tokoh seperti Bung Karno atau Bung Hatta dan para pendiri bangsa lainnya. Bung Karno membakar nasionalisme rakyat. Banyak orang pada waktu itu kagum dengan pidato-pidato Bung Karno."Kita tidak punya lagi tokoh seperti Bung Karno. Kita rindu pada figur Bung Karno dan tokoh pendiri bangsa lainnya," kata Mahyudin.

Ketiadaan tokoh-tokoh seperti itu membuat bangsa ini mengalami krisis tokoh bangsa yang menjadi panutan dan memberi tuntunan."Sekarang kita juga banyak tokoh, tapi tidak menjadi panutan dan memberi tuntunan," kata Mahyudin.

Tokoh seperti pimpinan lembaga negara, kata Mahyudin, justru banyak yang tersangkut kasus hukum (korupsi). Contohnya Ketua DPR, Ketua DPD dan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) terjerat kasus korupsi. Belum lagi mantan menteri, gubernur dan anggota legislatif ada yang terjerat kasus korupsi."Tokoh dan para pejabat kita banyak tersangkut kasus korupsi. Ini masalah kita," kata dia.

Mahyudin menambahkan krisis tokoh bangsa ini membuat masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap tokoh-tokoh publik sekarang. Hal ini bisa dilihat dari partisipasi politik dalam pilkada yang hanya berkisar 60 persen. Ant

 

BERITA TERKAIT

Kapolri - Saya Minta Maaf ke Warga Bila Kinerja Polri Belum Maksimal

Jenderal Pol Idham Azis   Kapolri   Saya Minta Maaf ke Warga Bila Kinerja Polri Belum Maksimal   Jakarta -…

Menteri LHK - TMC Berlanjut Hingga September untuk Cegah Karhutla

Siti Nurbaya   Menteri LHK   TMC Berlanjut Hingga September untuk Cegah Karhutla   Jakarta - Menteri Lingkungan Hidup dan…

Ketua MPR RI - Pemuda Ambil Peran Jadi Generator Pembangunan

Bambang Soesatyo   Ketua MPR RI   Pemuda Ambil Peran Jadi Generator Pembangunan   Jakarta - Ketua MPR RI Bambang…

BERITA LAINNYA DI

Kapolri - Saya Minta Maaf ke Warga Bila Kinerja Polri Belum Maksimal

Jenderal Pol Idham Azis   Kapolri   Saya Minta Maaf ke Warga Bila Kinerja Polri Belum Maksimal   Jakarta -…

Menteri LHK - TMC Berlanjut Hingga September untuk Cegah Karhutla

Siti Nurbaya   Menteri LHK   TMC Berlanjut Hingga September untuk Cegah Karhutla   Jakarta - Menteri Lingkungan Hidup dan…

Ketua MPR RI - Pemuda Ambil Peran Jadi Generator Pembangunan

Bambang Soesatyo   Ketua MPR RI   Pemuda Ambil Peran Jadi Generator Pembangunan   Jakarta - Ketua MPR RI Bambang…