ASEAN Bahas 47 Pelabuhan Interkoneksi

NERACA

Jakarta---Negara-negara ASEAN segera membahas  masalah  kepelabuhanan  di Kamboja. Karena masalah ini sangat berkaitan antar Negara, maka Jepang ikut diundang agar masalah  Inland Water Management bisa ada solusi. Rencana  masalah tersebut dibahas dalam seminar bertajuk "The ASEAN Initiative on Inland Water Management"  pada  27 Februari - 1 Maret 2012. "Dari 47 pelabuhan yang akan dikembangkan untuk konektivitas ASEAN di Asia Tenggara, sebanyak 14 pelabuhan terletak di Indonesia," kata Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono di Jakarta,27/2

Bahkan kegiatan itu menyebutkan, acara tersebut akan dihadiri oleh instansi-instansi terkait "Inland Water Management" seperti kepolisian, bea cukai dan otoritas pelabuhan dari masing-masing negara anggota ASEAN dan Jepang.  

Seminar yang dijadwalkan digelar di Sunway Hotel, Phnom Penh, Kamboja, itu dibuka oleh Deputi Perdana Menteri Kamboja, Sar Kheng.  Beberapa bahasan yang digelar pada hari pertama antara lain adalah mengenai manajemen dan fungsi pelabuhan, kontrol internal dan "tracking" dalam keamanan pelabuhan, dan presentasi dari otoritas pelabuhan masing-masing negara ASEAN.

Sedangkan bahasan pada hari kedua antara lain tentang taktik terbaru terkait pendekatan menghadapi ancaman keamanan laut dan ancaman terhadap fasilitas infrastruktur yang rentan, yang akan diisi dengan pemaparan dari pihak kepolisian, bea cukai, dan otoritas pelabuhan dari negara-negara ASEAN. Selain itu, seminar tersebut juga akan membahas mengenai pengukuran tingkat keamanan dan lingkungan di pelabuhan dan "inland water management".

Sebagaimana telah diberitakan, sebanyak 29,7 persen dari berbagai pelabuhan yang tergabung dalam skema pelabuhan konektivitas untuk kawasan ASEAN terdapat di Indonesia sehingga harus ditingkatkan kesiapan dan daya saing dari berbagai pelabuhan tersebut.  

Menurut Wamenhub, dengan demikian maka salah satu hal yang penting adalah memastikan agar bagaimana kepentingan antara ASEAN dan kepentingan Indonesia itu sendiri juga dapat saling bersinergi.

Bambang mengemukakan  dengan adanya konektivitas ASEAN juga harus diingat bagaimana agar kepentingan "merah-putih" juga bisa masuk ke dalam kepentingan ASEAN.  Karenanya, Bambang juga menginginkan agar berbagai pelabuhan di Indonesia dapat meningkatkan daya saing dan kesiapan tidak hanya di tingkat lokal atau domestik tetapi juga hingga dalam tahap ekspansi keluar.   "Masih banyak PR yang harus dilakukan menyangkut pelabuhan dan kinerja logistik," katanya.

Wamenhub memaparkan, untuk meningkatkan daya saing logistik, diperlukan pendekatan yang fokus dan terarah dengan mengintegrasikan pendekatan pengembangan regional dan berbasis komoditas yang akan diwujudkan dalam 6 koridor ekonomi MP3EI (Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia).  **cahyo

 

 

BERITA TERKAIT

Phapros Salurkan Dana Program Kemitraan Rp1,9 Miliar

    NERACA   Jakarta - PT Phapros Tbk menyalurkan dana kemitraan senilai Rp1,9 miliar salah satunya tersalurkan ke pengusaha…

Bisnis Dihambat, Surya Energi Raya Lapor ke Polda Jatim

    NERACA   Jakarta - Kuasa Hukum PT Surya Energi Raya (SER), Diki Andikusumah, membenarkan, pihaknya telah melaporkan pihak-pihak…

Masa Pandemi Covid19, Waktunya Tepat Beli Properti?

  NERACA Jakarta – Masa pandemi covid19 membuat ekonomi melamah. Namun dibalik krisis yang terjadi, ada peluang yang bisa diambil…

BERITA LAINNYA DI Ekonomi Makro

Phapros Salurkan Dana Program Kemitraan Rp1,9 Miliar

    NERACA   Jakarta - PT Phapros Tbk menyalurkan dana kemitraan senilai Rp1,9 miliar salah satunya tersalurkan ke pengusaha…

Bisnis Dihambat, Surya Energi Raya Lapor ke Polda Jatim

    NERACA   Jakarta - Kuasa Hukum PT Surya Energi Raya (SER), Diki Andikusumah, membenarkan, pihaknya telah melaporkan pihak-pihak…

Masa Pandemi Covid19, Waktunya Tepat Beli Properti?

  NERACA Jakarta – Masa pandemi covid19 membuat ekonomi melamah. Namun dibalik krisis yang terjadi, ada peluang yang bisa diambil…