free hit counter

Kemendag: Harga Bawang Merah Mulai Turun

Selasa, 03/09/2013
Kemendag: Harga Bawang Merah Mulai Turun

NERACA

Jakarta – Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Srie Agustina menuturkan bahwa harga bawang merah lokal mulai menunjukan penurunan yang signifikan. Hal itu didapatnya dari beberapa pasar, seperti harga bawang merah lokal di Pasar Induk Kramat Jati dan Pasar Induk Tanah Tinggi, Tangerang, pada 1 September 2013 masing-masing tercatat Rp. 20.000/kg dan Rp. 18.000/kg. “Harga tersebut masing-masing turun 25,93% dan 17% dibanding harga seminggu sebelumnya,” ujarnya dalam keterangan pers, Senin (2/9).

Selanjutnya, di beberapa pasar tradisional, harga bawang merah juga sudah mengalami penurunan dengan kisaran Rp. 30.000-Rp. 33.000/kg atau turun 4-22% dibanding minggu sebelumnya. Srie mengatakan bahwa Pemerintah berharap dengan mulai meningkatnya pasokan hasil panen, harga bawang merah akan segera kembali normal.

Ia pun menjelaskan bahwa faktor penyebab turunnya harga bawang merah adalah karena beberapa sentra produksi bawang merah di Tegal, Brebes, Pekalongan dan Pemalang sudah mulai panen dan menambah pasokan bawang merah ke sentra-sentra konsumsi. “Pasokan saat ini di Pasar Induk Kramat Jati telah mencapai sekitar 90 ton per hari atau telah meningkat 100% dari minggu sebelumnya. Secara bertahap diharapkan harga akan kembali normal sampai dengan mencapai pasokan sekitar 125 ton per hari,” imbuh Srie.

Sementara itu, dari sisi importasi, sampai dengan 26 Agustus 2013, telah direalisasikan impor bawang merah sebanyak 5.540 ton atau 73,19% dari alokasi impor semester II 2013, yang sebesar 7.569 ton. “Diharapkan impor ini dapat membantu menstabilkan harga bawang merah, sehingga tidak memberatkan konsumen,” jelas Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Bachrul Chairi, secara terpisah.Next