free hit counter

RI Mampu Ekspor 60 Juta Ton Batubara ke Korea

Selama Tiga Tahun

Rabu, 26/06/2013
RI Mampu Ekspor 60 Juta Ton Batubara ke Korea

NERACA

Jakarta - Kandungan Sumber Daya Alam (SDA) Indonesia khususnya batubara dinilai masih berlimpah. Maka tak ayal, Direktur Komersial 3 Sucofindo Surfin Hannan mengungkapkan bahwa Indonesia mampu mengekspor 60 juta ton batu bara untuk Korea selama tiga tahun. Menurut Sufrin, produksi batu bara di Indonesia mencapai 350 sampai 500 juta ton per tahun. Sedangkan kebutuhan batu bara hanya mencapai 90 juta ton. "Indonesia tanpa batu bara briket (kualitas tinggi) kelebihannya banyak," ungkap nya di Jakarta, Selasa (25/6).

Sufrin pun menegaskan kalau masyarakat Indonesia tidak perlu khawatir dengan ekspor yang dilakukan setiap tahun. Sufrin mengatakan kebutuhan pembangkit listrik memakai batu bara masih aman. "Kebutuhan dalam negeri bisa diatasi produksi batu bara dalam negeri," jelasnya.

Ia menyatakan saat ini Korea Selatan (Korsel) membutuhkan energi dari batu bara untuk pembangkit listrik. Pasalnya, konsumsi batubara untuk satu Pembangkit listrik membutuhkan 10.000 ton batubara per hari di Korsel. "Mereka melihat Indonesia menjadi tumpuan untuk mendapatkan low rank coal untuk di upgrade, menjadi medium low rank hingga high low rank coal, untuk pembangkit listrik di sana menggunakan teknologi Coal Upgraded By Palm Oil (CUPO)," ungkap Sufrin.

Dia menambahkan, Korsel membutuhkan empat juta metrik ton per tahun untuk satu power plant. Karenanya, Korsel harus mengimpor 60 juta ton per tahun dari Indonesia untuk memenuhi kebutuhan listrik di sana. "Kebutuhan batu bara Korea sekitar 100 juta ton, impor dari Indonesia sebesar 40 persen dan 20 persennya itu low rank coal," jelas Sufrin.Next