free hit counter

Efek Domino Krisis Renggut Surplus Perdagangan

Kamis, 04/10/2012
Efek Domino Krisis Renggut Surplus Perdagangan

NERACA

Jakarta - Beberapa tahun terakhir dunia dihadapkan kepada permasalahan ekonomi global yang penuh ketidakpastian, pelik dan beresiko, karena krisis kawasan AS dan Eropa yang berlangsung secara beruntun dan berkepanjangan. Efek domino dari krisis itu mulai terasa dampaknya kepada negara-negara di Asia dan Amerika Latin. Tidak terkecuali China, Jepang dan Korea Selatan mengalami pertumbuhan yang melambat.

Sementara itu, pada kenyataannya krisis itu berpengaruh pula terhadap keberlangsungan ekonomi nasional. Indonesia dalam beberapa bulan terakhir ini mengalami pelemahan ekspor yang mengakibatkan defisit transaksi berjalan. “Defisit ini tidak biasa terjadi dalam sejarah perdagangan barang dan jasa Indonesia,” kata Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Suryo Bambang Sulisto, melalui keterangan tertulis yang diterima Neraca, Rabu (3/10).

Menurut Suryo, saat ini masing-masing negara berusaha keras menjaga kepentingan nasionalnya agar tidak terseret lebih dalam ke jurang krisis, antara lain melalui pembatasan impor, melakukan pengetatan peraturan, berbagai persyaratan dan standar kelayakan yang tidak bertentangan dengan sistem perdagangan bebas dunia. “Pada saat yang sama masing-masing negara membuat kebijakan dengan membuka seluas-luasnya investasi dalam negerinya sehingga momentum pertumbuhan ekonomi yang tinggi dapat dipertahankan,” kata Suryo.

Sasaran InvestasiNext