free hit counter

Fuel Injection Yamaha V-Ixion Kunci Keberhasilan

Sabtu, 22/10/2011
Fuel Injection Yamaha V-Ixion Kunci Keberhasilan

NERACA  - Dengan menggeser penggunaan karburator yang boros bahan bakar dan mengimplementasi teknologi fuel injection (FI), Yamaha pada V-Ixion pun tampil mengungguli motor sejenis dalam kategori sport.

Teknologi F1 yang menghasilkan mesin awat dan irit bahan bakar ini, ternyata sudah dirintis sejak tahun 1930. Kali pertama teknologi F1 diterapkan pada sebuah pesawat terbang buatan Jepang karena pada pesawat motor penggerak dalam tiga dimensi, yang tidak memungkinkan penggunaan mesin karburator. Perkembangan F1 selanjutnya digunakan pada mobil balap tahun 1950-an dan mobil dua tak Mercedes-Benz ditahun 1960.

Hingga akhirnya Yamaha menggunakan FI tahun 1982 yang diletakan pada Yamaha XJ750 dan berlanjut pada motor R1 dan skutik. Di Tanah Air, FI hadir perdana melalui V-Ixion yang diluncurkan pada 2007. “Yamaha sukses membuka pasar sepeda motor injection dan sudah hampir 5 tahun Yamaha mengedukasi pasar dan bengkel sehingga hampir seluruh bengkel Yamaha sudah siap dan tidak asing lagi dengan injeksi,” papar Indra Dwi Sunda, PR & Corporate Communication Head PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI).

            Lalu bagaimanakah cara kerja FI? Sebagai contoh simpelnya, cara kerjanya sama seperti sistem tubuh manusia. "Pada sistem FI terdapat ECU (Electronic Control Unit) yang bekerja seperti otak pada manusia. ECU meneruskan sinyal yang dikirim sensor-sensor. Pada akhirnya ECU memerintahkan injector untuk menyemprotkan bensin pada mesin," jelas Dirdhana,

Supervisor Technical Support Group PT YMKI. Kerja ECU layaknya otak yang saat mendapatkan sinyal dari sensor-sensor, lantas memerintahkan bagian tubuh untuk menjalankan fungsinya. Selain sensor-sensor, komponen penting lainnya pada ECU adalah fuel pump yang berfungsi mensuplai bahan bakar dari tangki ke injektor dan menjaga tekanan bahan bakar agar sesuai persyaratan.Next