free hit counter

Langgar Tata Kelola Kebut Anggaran di Akhir Tahun

Rabu, 21/12/2011
Langgar Tata Kelola Kebut Anggaran di Akhir Tahun

Realisasi anggaran negara, baik di tingkat APBN maupun APBD dipastikan lagi berjalan dengan cara kebut-kebutan menjelang akhir tahun anggaran. Kondisi ini pada kenyataannya tidak pernah menyelamatkan anggaran negara hingga makin menggerogoti aspek tata kelola kebijakan publik, khususnya bidang anggaran. Yang terjadi bukan under-spending karena realisasinya di atas 76% yang menjadi benchmarking anggaran, namun sekitar 40% terealisasi dalam dua bulan terakhir.

Tidak hanya itu. Komite Ekonomi Nasional (KEN) pun menyayangkan banyaknya dana mengendap di rekening pemerintah yang tersimpan di Bank Indonesia (BI), yang tentu saja dapat menghambat pertumbuhan ekonomi nasional. Hingga Oktober 2011 sekitar Rp 243 triliun dana pemerintah mengendap di BI.

Lambannya penyerapan anggaran pemerintah itu terfleksi dari perkembangan dana di rekening pemerintah di BI. Dalam kondisi normal, biasanya jumlah uang pemerintah tersebut mengalami tren kenaikan dari Januari hingga April.

Setelah bulan April, pertumbuhan dana pemerintah di BI biasanya cenderung stagnan karena proyek-proyek pembangunan sudah mulai berjalan. Namun sejak 2008, dana pemerintah cenderung meningkat setelah memasuki bulan April. Ini jelas mengindikasikan program pembangunan tidak berjalan sesuai rencana.

Secara prinsip pola belanja yang buruk inilah akar dari persoalan kegagalan anggaran negara dalam menjalankan fungsinya sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi. Tradisi “ngebut” belanja anggaran itu juga sebab utama dari buruknya kinerja program-program pembangunan melalui proyek-proyek yang dibiayai anggaran negara.Next