free hit counter

BI Kaji Penerapan Strategi Ganda

Senin, 06/02/2012
BI Kaji Penerapan Strategi Ganda

NERACA

Jakarta - Bank Indonesia (BI) tengah melakukan kajian guna menerapkan  strategi intervensi ganda alias twin strategy berupa intervensi di pasar valuta asing dan pasar obligasi pemerintah.   Kebijakan dan strategi ini  dinilai sebagai  pintu masuk krisis untuk mengantisipasi kondisi  di dalam negeri. "Sebuah strategi intervensi ganda atau a twin intervention strategy dalam pasar valuta asing dan pasar obligasi pemerintah secara simultan telah dilakukan," kata Deputi Gubernur BI Hartadi Agus Sarwono di Jakarta,

Lebih jauh kata Hartadi,  dampak krisis AS dan Eropa memang lebih ditujukan dan diprioritaskan kepada sektor finansial. Apalagi sector ini sangat rentan. "Strategi itu difokuskan untuk menstabilkan financial market," tambahnya

Pada pasar valuta asing, BI menyediakan likuiditas valas ke pasar demi memitigasi volatilitas rupiah yang berlebihan. Meskipun rupiah terdepresiasi tapi masih dalam keadaan terkendali dan tetap sejalan dengan mata uang regional lainnya.  "Sementara itu pada pasar obligasi pemerintah, BI memakai rupiah dari pasar valas untuk membeli obligasi di pasar sekunder. BI lalu menjual dolar AS dan menyerap rupiah yang dipakai untuk membeli obligasi pemerintah," jelasnya

Hartadi optimis, dua kebijakan dan strategi ini ampuh memberikan efek terkait surat utang negara. “Dua strategi ini bisa menstabilkan harga Surat Berharga Negara dari kejatuhan yang cepat," papanyaNext