free hit counter

Impor Serat Polyester Didominasi Produk China

Senin, 16/01/2012
Impor Serat Polyester Didominasi Produk China

NERACA

Jakarta - Impor serat polyester untuk bahan baku tekstil Indonesia di 2012 diperkirakan angkanya masih tinggi. Asosiasi Produsen Synthetic Fiber Indonesia (APSyFI) mencatat impor serat polyester pada 2011 mencapai 180.000 ton atau meningkat sampai 80% dari tahun sebelumnya. Sementara impor benang filamen polyester juga naik 24% atau 52.000 ton dari total konsumsi 499.000 ton.

Sekretaris Jenderal Asosiasi APSyFI Redma Gita Wiraswasta mengungkapkan, sebagian besar impor serat polyester berasal dari China. Redma juga mengatakan, ada indikasi dumping pada sebagian serat polyester impor dari China. Indikasi itu, ia menjelaskan, terlihat dari harga serat impor asal China yang lebih rendah dari harga serat produksi dalam negeri.

Padahal, lanjut dia, biaya produksi di Indonesia dan China sebenarnya tidak jauh berbeda, yang membedakan hanya biaya bahan baku. Industri di China mengimpor sebagian bahan baku dari negara lain, jadi, menurut dia, ongkos produksinya akan lebih mahal karena ada tambahan biaya untuk bea masuk dan transportasi. "Kalau mereka jual ke Indonesia dengan harga lebih murah setelah ditambah biaya-biaya itu kan aneh. Pasti harganya dumping," kata Redma.

Proyeksi KonsumsiNext