free hit counter

Kenaikan HET Pupuk Bersubsidi Dianggap Langgar Undang-Undang

Jumat, 13/01/2012
Kenaikan HET Pupuk Bersubsidi Dianggap Langgar Undang-Undang

NERACA

Jakarta - Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk pupuk urea bersubsidi naik sebesar 12,5%, di bulan Januari 2012, dari sebelumnya Rp1.600 per kg menjadi Rp1.800 per kg, selain dapat memberatkan petani kecil, ternyata kenaikan tersebut dianggap tidak berdasarkan konstitusi atau undang-undang. Kejadian tersebut telah dikeluhkan Komisi IV DPR RI.

Wakil Ketua komisi IV DPR RI Anna Muawanah mengatakan kebijakan pemerintah menaikkan harga eceran tertinggi (HET) pupuk urea bersubsidi sebesar Rp200 per kg tanpa persetujuan Komisi IV DPR RI dan belum pernah dibahas di rapat Komisi IV DPR sebelumnya. “Apabila mengacu pada hak budget DPR, maka tindakan Kementerian Pertanian yang secara sepihak menaikkan HET pupuk urea sebesar Rp200 per kg sejak 1 Januari 2012 adalah inkonstitusional,” ujarnya di Jakarta, Kamis (12/1).

Kondisi saat ini dilaporkan stok pupuk sedang kosong, padahal sudah masuk waktunya musim tanam bagi petani sehingga para petani dirugikan oleh kebijakan pemerintah yang keliru itu.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPR Romahurmuziy menjelaskan Menteri Pertanian Suswono memang telah berkirim surat kepada Komisi IV DPR terkait kebijakan menaikan HET urea bersubsidi itu pada 29 Desember 2011, namun saat itu DPR masih dalam masa reses.Next