free hit counter

Kemenperin Tingkatkan Nilai Tambah Rotan Aceh

Rabu, 05/06/2013
Kemenperin Tingkatkan Nilai Tambah Rotan Aceh

NERACA

Jakarta - Sebagai penghasil rotan terbesar dunia, sebagian besar rotan Indonesia masih diekspor dalam bentuk rotan mentah. Akibatnya, nilai tambah dari rotan Indonesia itu diperoleh negara lain dengan mengolah bahan baku rotan dari Indonesia menjadi barang jadi rotan. Untuk itu, pemerintah dalam hal ini Kementerian Perindustrian melakukan hilirisasi rotan menjadi produk jadi rotan, terutama di daerah penghasil rotan seperti di Kalimantan, Sulawesi dan Nangroe Aceh Darussalam.

Hal itu disampaikan Wakil Menteri Perindustrian  Alex SW Retraubun pada kunjungan kerjanya di Aceh dalam rangka  program “Pemberian Bantuan Bangku Sekolah Rotan dalam rangka Pelaksanaan Program CSR”, di Banda Aceh, seperti dikutip Neraca dari keterangan resminya, Selasa (4/6).

Menurut Wamenperin, langkah hilirasi yang dilakukan untuk Aceh salah satunya adalah dengan mengirim tenaga ahli desain dan tenaga ahli di bidang pembuatan/pengolahan rotan dari Cirebon. “Cirebon sudah dikenal sejak dulu sebagai pembuat produk rotan berkualitas yang dapat memenuhi selera pasar domestik dan ekspor,” papar Wamenperin.

Turut serta dalam rombongan diantaranya Staf Ahli Menteri Koperasi dan UKM Bidang Hubungan Antar Lembaga Pariaman Sinaga serta perwakilan dari Kementerian Perdagangan dan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi dengan didampingi Gubernur Nangroe Aceh Darussalam Zaini Abdullah.Next