free hit counter

Reklamasi Lahan Tambang, ESDM Ingin Persepsi Kemenhut Sama

Selasa, 05/02/2013
Reklamasi Lahan Tambang, ESDM Ingin Persepsi Kemenhut Sama

NERACA

Jakarta - Masalah reklamasi atau pengembalian fungsi awal lahan yang telah digunakan sektor pertambangan belum satu suara. Kementerian Kehutanan meminta agar pengembalian fungsi lahan yang telah digunakan sektor pertambangan harus dihijaukan dengan cara menanam pepohonan. Namun Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menilai upaya reklamasi bisa dialihkan dengan membuat danau pasca eksplorasi tambang.

Menurut Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Thamrin Sihite, proses reklamasi yang diharapkan Kemenhut selama ini mengharuskan lahan tambang perlu dihijaukan dengan ditumbuhi pepohonan setelah eksploitasi. Padahal, aspek tersebut bisa dialihkan dengan membuat aksi lain sehingga lahan bekas tambang bisa diberdayakan oleh masyarakat.

"Definisinya berbeda-beda mengenai reklamasi ini. Makanya kita perlu samakan persepsi dulu mengenai kebijakan tersebut. Tidak selamanya reklamasi itu melakukan penghijauan atau revegetasi. Misalnya kalau pasca eksplorasi ada area seperti lubang besar, itu bisa dijadikan kolam danau," ujar Thamrin di Jakarta, Senin (4/2).

Untuk itu, Dia menganjurkan agar masalah reklamasi perlu dikaji karena merealisasikan reklamasi perlu dana yang tidak kecil. Disamping itu, para pengusaha sektor tambang diwajibkan membuat atau membenahi aliran sungai di sekitar wilayah area pertambangan tersebut. "Reklamasi itu biayanya tidak kecil. Pengusaha banyak yang keberatan akan hal itu. Untuk membuat aliran sungai itu diwajibkan ditambah melakukan reklamasi revegetasi," katanya.Next