free hit counter

Bangunan-Bangunan Peninggalan Kolonial

Sabtu, 29/10/2011
Bangunan-Bangunan Peninggalan Kolonial

Biasanya bila seseorang sudah menyukai gaya arsitektur tempo dulu, dia akan menjadi cukup fanatik terhadap jenis arsitektur yang satu ini. Karena itu desain rumah yang dibangun juga akan dipengaruhi oleh kesukaan tersebut. Konsep bangunan gaya Belanda merupakan jenis arsitektur ‘modern’ pada jamannya mengetengahkan bentuk khas Eropa, terutama Belanda yang terpengaruh misalnya oleh arsitektur Art Deco. Jenis arsitekturnya banyak menggunakan lis profil sebagai permainan dekorasi pada dinding. Bentuk jendela besar-besar dan seragam, serta bangunan terasa ‘dingin’ karena plafon dan atapnya yang tinggi.

Neraca. Kelebihannya: rumah berciri khas tempo doeloe sangat otentik, dan tidak bisa disamakan dengan rumah-rumah model sekarang, karena memiliki nilai sejarah. Gaya arsitekturnya merupakan simbol kemewahan pada jaman dahulu yang bisa diasosiasikan juga dengan simbol kemewahan pada jaman sekarang. Disamping itu, para Meneer Belanda memang punya perhatian pada iklim tropis, sehingga lambat laun mengadaptasi arsitektur tropis pada bangunan. Biasanya bangunan-bangunan ini temperatur didalamnya sangat sejuk meskipun tanpa AC, hal ini adalah hasil dari memperhatikan potensi iklim tropis. Kekurangannya: bangunan gaya kolonial tidak selalu bisa diterima oleh semua kalangan.

Ilmu perasitekturan sudah menjadi ilmu yang dianggap penting oleh orang-orang di Belanda dari sejak jaman dahulu kala, mulai dari era tahun 1900an hingga detik ini, masterpiece atau mahakarya para arsitek terkemuka dari Belanda sudah menghiasi kota-kota di seluruh dunia, terutama di negara Indonesia sendiri.

Ciri bangunannya biasanya tinggi proporsinya, luas dan memperhatikan jarak yang baik untuk hidup dengan nyaman. Dewasa ini banyak orang tidak lagi memperhatikan kenyamanan dari segi penataan ruang karena lahan yang terbatas, karena itu kita bisa belajar dari rumah-rumah tempo dulu tersebut. Bentuk atap biasanya tinggi menjulang, lebih dari 35 derajat, bahkan hingga 45 derajat kemiringannya. Ada pula yang lebih dari itu. Semua itu membuat proporsi atap yang tinggi dan ruangan dibawah atap yang lebih dingin. Bentuk bangunannya biasanya denahnya kotak, ada pula yang heksagonal dan oktagonal. Contohnya bangunan-bangunan kolonial di Bandung.

Desain Interiornya.Next