free hit counter

Kecil, Kontribusi APBN Terhadap Pertumbuhan Ekonomi

Selasa, 01/10/2013
Kecil, Kontribusi APBN Terhadap Pertumbuhan Ekonomi

NERACA

Jakarta – Chief Economist PT Bank Mandiri Tbk, Destry Damayanti, mengatakan bahwa kontribusi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) terhadap pertumbuhan ekonomi masih sangat kecil. “Dari 6,2% pertumbuhan ekonomi di 2012, kontribusi APBN masih sangat terbatas, yaitu 0,1 percentage point. Jadi, 6,1% itu dari sumber lain, utamanya capital spending dan private consumption,” kata Destry di Jakarta, Senin (30/9).

Jika dibandingkan dengan negara lain, kontribusi anggaran Pemerintahnya jauh lebih besar daripada di Indonesia, kata Destry. Pemerintah Malaysia berkontribusi 2,62%. Sementara Pemerintah India dan Filipina masing-masing berkontribusi 2,09% dan 1,76%. Tingginya kontribusi Pemerintah di negara-negara tersebut terhadap pertumbuhan ekonomi terutama didorong oleh pembangunan infrastruktur.

Rasio belanja infrastruktur Indonesia terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB), lanjut Destry, pada tahun 2014 direncanakan hanya 1,83%. Rasio tersebut menciut dari rasio belanja infrastruktur tahun 2013 sebesar 1,93% dari PDB atau sebesar Rp184 triliun. Untuk negara semacam Indonesia, harusnya belanja infrastruktur setara dengan 5% PDB. Jadi, belanja infrastruktur di Indonesia masih jauh dari harapan.

Ke depan, lanjut Destry, perekonomian nasional akan sulit karena kondisi perekonomian global tidak menentu. Di dalam negeri juga suku bunga naik. “Dengan kondisi seperti itu, sulit mengharapkan sektor swasta atau konsumsi domestik, jadi ditunggu peran Pemerintah sebagai agent of development. Sejauh ini, kontribusi Pemerintah ke pertumbuhan ekonomi masih sangat terbatas,” jelas Destry.Next