free hit counter

Pemasangan RFID Molor

Alat Terlambat Datang

Rabu, 03/07/2013
Pemasangan RFID Molor

NERACA

Jakarta - Dijadwalkan pemasangan Radio Frequention Identification (RFID)di DKI Jakarta pada 1 Juli 2013, namun PT Pertamina (Persero) justru mengundur jadwal. Hal tersebut lantaran alat yang telah dipesan terlambat datang. Direktur Pemasaran Pertamina Hanung Budya menjelaskan bahwa RFID sebagai sistem pengendalian konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi diharapkan bisa terpasang dipertengahan Juli.

\"Uji coba pemasangan RFID baru bisa dilakukan di beberapa SPBU saja, dan selebihnya pada pertengahan bulan. Kita akan lakukan uji coba, Juli tetap, jadi kita harapkan 276 SPBU di DKI akan seluruhnya bulan Juli, memang rada mundur, sekitar 2-3 minggu. Karena peralatan ini diimpor, impornya agak sedikit terlambat,\" katanya di Jakarta, Senin.

Saat ini persiapan yang dilakukan Pertamina baru memasang alat monitoring di SPBU. Alat yang diimpor dari China dan Korea Selatan itu sekarang telah terpasang di 40% SPBU di DKI. Di sisi lain, untuk chip yang sedianya diletakkan di tangki kendaraan pribadi, perusahaan pelat merah itu masih menunggu payung hukum dari Badan Pengelolaan Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas).

\"Selanjutnya kita pasang RFID tag di mobil, pemasangan ini memerlukan payung hukum, karena (mobil) properti orang, payung hukumnya sudah disiapkan BPH Migas, sedang dalam prses untuk dicatat sebagai lembaran negara,\" kata Hanung.Next